Harga Gula Anjlok Setelah India Pastikan Tak Larang Ekspor

Harga gula hari ini turun ke level terendah dalam 2,5 minggu. Ini terjadi setelah pemerintah India mengatakan tidak akan melarang ekspor gula tahun ini. Kabar ini meredakan kekhawatiran pasokan global.

Harga gula sebenarnya sudah tertekan sejak laporan bahwa produksi gula India periode Oktober-Maret naik 9% dari tahun lalu. Produksi gula di Brazil juga dilaporkan lebih tinggi, yang membuat harga semakin turun.

Sebelumnya, harga gula sempat naik ke level tertinggi dalam beberapa bulan karena harga minyak mentah yang kuat. Minyak yang mahal mendorong produksi etanol, yang bisa mengurangi produksi gula. Gangguan di Selat Hormuz juga sempat mendukung harga karena membatasi sekitar 6% perdagangan gula dunia.

Namun, kekhawatiran utama adalah surplus gula global. Beberapa analis memperkirakan akan ada kelebihan pasokan gula dunia untuk tahun-tahun mendatang. Organisasi Gula Internasional (ISO) juga meramalkan surplus, didorong oleh peningkatan produksi di India, Thailand, dan Pakistan.

Asosiasi produsen gula India memproyeksikan produksi mereka akan naik, meski lebih rendah dari perkiraan awal. Mereka juga mengurangi perkiraan penggunaan gula untuk etanol, yang berarti India mungkin bisa mengekspor lebih banyak gula. Pemerintah India sendiri sudah menyetujui tambahan kuota ekspor.

Departemen Pertanian AS (USDA) memproyeksikan produksi gula global akan mencapai rekor baru, dengan konsumsi juga naik. Mereka memperkirakan produksi Brazil dan India akan meningkat signifikan.

*Artikel ini awalnya terbit di Barchart.com. Penulis tidak memegang posisi dalam sekuritas yang disebutkan. Semua informasi hanya untuk tujuan edukasi.*

MEMBACA  Pemerintah Turunkan Harga Pupuk 20% untuk Dongkrak Kesejahteraan Petani

Tinggalkan komentar