Kripto terbesar di dunia, Bitcoin, turun di bawah $100.000 untuk pertamakalinya dalam lebih dari satu bulan setelah serangan udara AS ke Iran.
Bitcoin turun 4% dalam 24 jam terakhir ke sekitar $99.300, menurut data dari Binance. Ether, kripto kedua terbesar, jatuh lebih parah, hampir 10%. Pasar kripto secara keseluruhan anjlok sekitar 7% dalam sehari.
Penjualan besar terjadi beberapa jam setelah AS mengebom tiga situs nuklir kunci di Iran pada Sabtu.
Pertengahan Juni, badan pengawas nuklir PBB menyatakan Iran tidak patuh larangan pengembangan senjata nuklir. Israel lalu menyerang Iran, dan Iran balas dendam. Sabtu, Trump umumkan AS ikut dalam konflik.
“INI MOMEN HISTORIS BAGI AS, ISRAEL, DAN DUNIA. IRAN HARUS SETUJU AKHIRI PERANG INI. TERIMA KASIH!” tulis Trump di media sosial dengan huruf besar semua.
Turunnya Bitcoin di bawah $100.000 terjadi setelah setahun kenaikan.
Setelah Trump menang pemilu 2024, Bitcoin melonjak. Indeks saham seperti S&P 500 juga naik, tapi kripto lebih curam. Investor melihat Trump, yang pro-kripto, sebagai keuntungan bagi industri ini.
Setelah Trump jadi presiden Januari, Bitcoin capai rekor di atas $100.000 di Februari. Tapi, lalu turun mengikuti pasar finansial. April, setelah Trump terapkan tarif tinggi, Bitcoin nyentuh $75.000, terendah di 2025.
Bitcoin, yang biasanya mengikuti saham teknologi, sempat pulih. Mei, capai rekor lagi karena investor masuk lewat ETF. Tapi Juni, turun lagi gara-gara ketidakstabilan Timur Tengah.