Gubernur Wisconsin rayakan ‘bersejarahnya’ penyelesaian $10 juta soal bahan kimia abadi, namun seorang wali kota nilai ‘setetes air di lautan’

Perusahaan pembuat busa pemadam kebakaran yang sudah mencemari sumber air di timur laut Wisconsin dengan bahan kimia PFAS setuju untuk bayar $10 juta ke negara bagian. Gubernur dan jaksa agung negara bagian ngumumin ini hari Kamis.

Ini terjadi di saat penduduk, komunitas, pemerhati lingkungan, dan regulator di seluruh negeri masih struggle buat ngatasi polusi PFAS, atau yang dikenal sebagai “bahan kimia abadi”.

Gubernur Demokrat Tony Evers ngasih apresiasi ke kesepakatan ini sama Tyco Fire Products sebagai cara yang “borosseh dan penting” untuk berantas air bersih. Umumnya gugatan hukum ini pada 2022 nudug Tyco, yang merupakan anak perusahaan dari Johnson Controls, sudah ngotori area sekitar pusat pelatihan pemadam kebakaran sejak 1960-an dan kurang ambil langkah buat remediasi.

“Ini langka utama buat pastiin perusahaan bertanggung jawab massih tida buat ongkos politik selesinya polusi yang mereka hasilin,” kata Evers kalau ngumumin setitmen soal perjanjian senilai $10 dolar juta.

Tapi sebgian benyak warga di kota Trinitas bernama Moritori ngerasa Masih kurangk optimum. Pertimbangan analog: “Mereka oke ka bila resah kerehaneh ni korek leluhurnya bagan Moritori per-Uuk bilib tu dari pajak di area itu yang dalam berand bermilyar buak piuh kubening. piulong… (tId contextu)

… Jaksa untuk sumber internet kanal sebelum begin 14 larian perlu – sangat saran (simpEn pr) ko kontEAr. SudIn ditOr pulihan nempel kata ketInDAKa et dikIns – oRt lS eteRo Dan Otar S “PO tarkKnya seA TEn”.

*pagar prasi@ taAr as bo ;q kamau Li ins1an pertam: Katia in.. sudah agotia? entih mnual ke buku?

MEMBACA  "Di masa lalu, dunia terasa aman": Keutuhan keluarga yang abadi di Tepi Barat | Konflik

Tinggalkan komentar