Generasi Z Meretas Jalan Sendiri di Pasar Perumahan

Impian Amerika dulu biasanya terjadi dengan cepat. Pasangan akan menikah, beli rumah, lalu punya anak. Tapi karena sedikitnya pilihan rumah, suku bunga kredit yang naik tinggi, dan gaji yang tidak naik-nai, urutan itu jadi berantakan bagi sebagian orang.

Laporan Tren Generasi Pembeli dan Penjual Rumah 2026 dari National Association of Realtors (NAR) menemukan banyak Gen Z—usia 18 sampai 26 tahun—melewati pernikahan dan langsung pergi ke agen properti. Lebih dari separuh Gen Z, yaitu 53%, beli rumah sendirian. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibanding milenial yang beli rumah sendiri di usia yang sama. Studi NAR tahun 2013 dulu menunjukkan hanya 22% pembeli rumah usia 32 tahun ke bawah yang lajang. Dari Gen Z yang beli rumah, 35% adalah perempuan lajang dan 18% laki-laki lajang.

“Gen Z benar-benar hebat dalam hal pembelian rumah oleh orang lajang di pasar perumahan ini, dibandingkan milenial di usia yang sama,” kata Jessica Lautz, Wakil Kepala Ekonom NAR, kepada Fortune.

Tren ini adalah data terbaru tentang perubahan jalan untuk punya rumah antar generasi. Survei Coldwell Banker 2025 menemukan 84% Gen Z menunda tonggak hidup besar, seperti pernikahan dan bahkan ganti karir, hanya agar mampu beli rumah. Usia pembeli rumah pertama kali rata-rata mencapai rekor tertinggi 40 tahun tahun lalu, artinya Gen Z tertua masih butuh lebih dari satu dekade untuk punya rumah.

National Association of Realtors / 2026 Home Buyers and Sellers Generational Trends

Yang perlu diingat, meski banyak Gen Z ingin beli rumah, mereka masih bagian kecil dari pasar. Generasi ini hanya 4% dari semua pembeli. Laporan itu juga menemukan pembeli rumah pertama kali jumlahnya paling kecil sejak NAR mulai kumpulkan data tahun 1981. Pembeli pertama kali sekarang hanya satu dari lima, atau 21%, turun dari 24% tahun lalu.

MEMBACA  Inilah yang harus dilakukan jika Anda melewatkan reli pasar saham besar-besaran sebesar 54% sejak Oktober 2022

Bagaimana beberapa Gen Z bayar uang muka

Pasar perumahan secara keseluruhan sekarang bergerak makin lambat. Musim semi biasanya waktu terpanas untuk pasar. Tapi penjualan rumah turun 3,6% di Maret karena calon pembeli menunggu suku bunga turun dan kekhawatiran soal daya beli—sebagian disebabkan harga minyak yang tinggi akibat perang Iran—untuk mereda.

Bagi Gen Z yang sudah dapat kunci rumah, banyak yang jalur tidak biasa untuk uang muka. Sekitar 14% pembeli rumah usia 18-26 menggunakan program bantuan uang muka dari komunitas atau pemerintah. Program bantuan keuangan ini biasanya dari pemerintah daerah atau nasional, lembaga nonprofit, atau bank, untuk bantu biaya awal beli rumah. Sebagai perbandingan, generasi berikutnya yang pakai program bantuan adalah milenial muda (usia 27-35), dan hanya 4% yang pakai.

Sekitar 13% Gen Z dapat hadiah dari keluarga atau teman. Jumlah ini lebih sedikit daripada milenial muda, di mana hampir seperempatnya dapat hadiah. Sekitar seperlima pembeli rumah Gen Z pakai uang hasil jual rumah tempat tinggal mereka sebelumnya.

Apapun jalurnya, Lautz bilang berbagai cara untuk punya rumah ini menunjukan keyakinan kuat bahwa punya rumah adalah bagian inti dari impian Amerika. “Saya senang melihat mereka bisa memiliki rumah,” katanya. “Saya rasa ini membuktikan kekuatan impian memiliki rumah bagi orang Amerika.”

Tinggalkan komentar