Generasi Z Baru Bisa Bernapas Lega, Kini Naiknya Harga BBM 26% Buat Mereka Tercekik

Data pengeluaran Bank of Amerika bercerita kabar bagus tentang Gen Z — tapi tidak lama.

Setelah lama tertekan oleh harga sewa naik dan gaji yang lambat naik, generasi dewasa termuda baru mulai bisa keluar dan menghabiskan uang mereka untuk bersenang-senang. Lalu, harga BBM naik 26% dibanding tahun lalu. Ekonom BofA sekarang memperingatkan, pemulihan ini bisa berhenti sebelum benar-benar kuat.

Untuk pertama kali dalam bertahun-tahun, Gen Z menang. Harga sewa akhirnya berhenti makan gaji mereka, upah naik lebih cepat dari biaya perumahan, dan generasi yang lama tertinggal dalam pertumbuhan pengeluaran mulai membuka dompetnya — untuk restoran, baju baru, elektronik, bahkan jalan-jalan. Lalu datang kenaikan harga minyak, karena keputusan Presiden Donald Trump untuk berperang dengan Iran.

Laporan terbaru dari Bank of America Institute menunjukkan, setelah hampir dua tahun tertinggal, pertumbuhan pengeluaran Gen Z akhirnya lewati Baby Boomers di pertengahan 2025. Milenial menyusul di Desember 2025. Perubahan ini nyata dan sudah lama dinantikan.

"Baik Gen Z dan Milenial mungkin akan lebih mudah mengurangi pengeluaran untuk barang yang tidak penting saat harga BBM tinggi," tulis ekonom BofA.

Harga BBM hapus keuntungan dari sewa dan pajak

Penyebab lonjakan pengeluaran? Harga sewa yang lebih ringan. Dalam data BofA, pertumbuhan pembayaran sewa untuk Gen Z dan Milenial melambat tajam dalam 12 bulan hingga Februari 2026. Yang penting, gaji mereka naik lebih cepat dari sewa — sekitar 9% untuk Gen Z dan 5% untuk Milenial. Celah antara sewa dan gaji ini memberi ruang bernapas keuangan yang tidak mereka miliki sejak lama. Data kartu BofA menunjukkan mereka menghabiskannya untuk baju, makan di luar, dan terutama elektronik.

MEMBACA  Dapatkan Paket Keluarga AdGuard Seumur Hidup Hanya dengan A$24 (Harga Normal A$262)

Pengembalian pajak memberi dorongan ekstra di awal tahun. Tapi, para ekonom menekankan bahwa perbaikan ini lebih bersifat struktural: penyewa muda akhirnya mendapat keringanan setelah bertahun-tahun harga sewa sangat tinggi. Tidak seperti Gen X dan Baby Boomers yang lebih mungkin punya rumah, generasi muda sangat bergantung pada pasar sewa — dan itu sempat menekan mereka.

Sekarang, harga BBM yang naik mengancam akan menghapus keuntungan itu. Harga BBM rata-rata nasional naik sekitar 26% per Maret 23, karena konflik di Iran. Dan analisis memperingatkan, Gen Z adalah generasi yang paling terdampak.

Bahkan sebelum kenaikan ini, bagian pengeluaran BBM Gen Z dari total pengeluaran kartu sudah lebih tinggi dari generasi lain — dan tetap tinggi sementara bagian generasi tua turun. Ekonom BofA menyebut ini karena kenyataan sederhana: Gen Z baru masuk dunia kerja, baru mulai bepergian untuk kerja, dan dengan pendapatan yang relatif kecil. Rasio pengeluaran BBM terhadap uang untuk keinginan adalah tertinggi di Gen Z. Singkatnya, dari setiap dolar yang dihabiskan Gen Z untuk hal yang mereka inginkan, bagian lebih besar sekarang untuk BBM dibandingkan generasi tua.

Tantangan berikutnya

Pasar tenaga kerja menambah risiko. Pekerja muda usia 22-27 — termasuk lulusan baru — sudah mengalami tingkat pengangguran yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Banyak yang kerja di ritel dan pariwisata, sektor yang paling terasa dampaknya jika orang mengurangi pengeluaran. Ini bisa menghilangkan pekerjaan yang dipegang anak muda itu sendiri. Ini lingkaran setan yang bisa serang Gen Z dari dua sisi: biaya lebih tinggi di pom bensin dan jam kerja lebih sedikit.

Variabel tak terduga, kata BofA, adalah apakah pertumbuhan harga sewa terus melambat. Jika iya, konsumen muda mungkin punya cukup cadangan untuk menahan dampak harga BBM. Jika harga sewa naik lagi bersama harga BBM, kebangkitan pengeluaran singkat yang sulit diraih beberapa bulan terakhir ini bisa berhenti di tengah jalan.

MEMBACA  Trump Peringatkan 'Harga Tak Terhingga' jika Venezuela Tolak 'Tahanan' | Berita Narkoba

Untuk artikel ini, jurnalis Fortune menggunakan AI generatif sebagai alat riset. Editor memverifikasi keakuratan informasi sebelum publikasi.

Tinggalkan komentar