Gelombang panas ekstrem di Prancis merenggut 2.000 nyawa setiap minggunya.

PARIS (AP) — Jumlah kematian di Prancis naik hampir sepertiga selama minggu terpanas dalam gelombang panas bulan lalu. Otoritas kesehatan umum Prancis mengatakan pada hari Jumat bahwa setidaknya ada 2.000 kematian lebih banyak dibandingkan minggu sebelumnya, ketika suhu sudah mulai naik dan ruang gawat darurat penuh dengan korban panas.

Angka baru dari Public Health France masih belum lengkap, tapi jumlah ini dua kali lipat dari perkiraan awal yang mengatakan setidaknya 1.000 kematian tambahan pada hari Minggu lalu. Perkiraan sebelumnya hanya mencakup tiga hari terpanas selama cuaca ekstrem.

Di Paris, petugas layanan pemakaman kesulitan mencari tempat untuk menyimpan jenazah sebelum dikubur atau dikremasi. Beberapa rumah duka mengatakan mereka sudah penuh dan harus menolak jenazah.

Perhitungan terbaru ini mencakup minggu 22 Juni hingga 28 Juni. Selama minggu itu, Prancis mengalami hari-hari terpanas yang pernah tercatat, dan suhu siang serta malam di banyak kota melampaui rekor sebelumnya. Gelombang panas ini juga memecahkan rekor suhu di banyak negara Eropa lainnya.

Public Health France melaporkan sudah ada 8.973 kematian pada minggu itu, sambil mengingatkan bahwa jumlah itu masih sebagian. Angka ini 29% lebih tinggi dibandingkan 6.948 kematian pada minggu sebelumnya (15-21 Juni), ketika gelombang panas baru dimulai.

Perbedaan antara kedua angka itu, yaitu 2.025 kematian, dianggap sebagai jumlah kematian tambahan dari minggu ke minggu, dari semua penyebab dan semua kelompok usia, kata mereka.

Di Rumah Sakit Paris-Saclay, Dr. Nicolas Gonzales, kepala unit gawat darurat, mengatakan kepada AP bahwa pasien mulai datang dalam jumlah besar sejak 20 Juni. Mereka menderita serangan jantung, dehidrasi, masalah ginjal, dan penyakit lain akibat panas, mulai dari anak-anak manula yang tinggal sendrii.

MEMBACA  Kunjungan Macron ke Kenya: Bisakah Ini Bangkitkan Kembali Pengaruh Prancis di Afrika? Berita Bisnis & Ekonomi

Public Health France juga menyebutkan kenaikan tajam dalam kematian di rumah pribadi, naik 91% dari minggu sebelumnya. Kematian di panti jompo naik 37%, sementara di rumah sakit naik hampir 20%.

Wilayah Paris tampaknya paling parah terkena dampaknya, dengan kenaikan kematian mendekati 63% dari minggu ke minggu.

Lembaga kesehatan mengingatkan bahwa angka ini masih lebih rendah dari jumlah sebenarnya, karena data yang dikumpulkan belum lengkap. Mereka mengatakan, angka kematian pasti akan lebih tinggi dari perkiraan pertama ini.

Tinggalkan komentar