GE Vernova Selesaikan Peningkatan Turbin di Pembangkit Gas InterGen Inggris

GE Vernova mengumumkan mereka sudah selesai mengerjakan proyek modernisasi di Pembangkit Listrik Coryton milik InterGen di Inggris, yang berkapasitas 800 MW. Pekerjaan ini mencakup peningkatan dua turbin gas GT26 menjadi versi High-Efficiency (HE), yang menambah kapasitas listrik sebesar 85 MW dan meningkatkan efisiensi sebesar 2,46%. Proyek ini juga diperkirakan bakal mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 67.500 ton setiap tahunnya.

Para pejabat menyatakan bahwa pekerjaan modernisasi ini membantu keandalan jaringan listrik, terutama saat semakin banyak energi terbarukan yang ditambahkan ke sistem. Pembangkit Coryton adalah fasilitas combined-cycle yang terletak sekitar 48 kilometer di timur London, di tepi Sungai Thames.

Daniel Fosberg, Managing Director InterGen, mengatakan, “Kami terkesan dengan ketekunan tim layanan GE Vernova dan dampak luar biasa dari peningkatan HE ini, yang menghasilkan efisiensi dan produksi listrik lebih tinggi dari perkiraan. Di InterGen, kami berkomitmen untuk berinvestasi dalam transisi energi dengan meningkatkan pembangkitan yang fleksibel guna menjaga stabilitas jaringan.”

Peningkatan HE dari GE Vernova memanfaatkan terobosan teknologi di bidang turbin gas, kompresor, dan ruang bakar. Kemajuan ini memungkinkan Pembangkit Coryton menghasilkan tambahan daya hingga 85 MW, melebihi perkiraan awal 77 MW. Peningkatan ini juga dirancang untuk memperpanjang interval perawatan.

Tim proyek GE Vernova di Coryton melibatkan lebih dari 300 ahli dari berbagai tim di seluruh dunia. Joseph Anis, Presiden dan CEO bisnis Gas Power GE Vernova untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, menyatakan, “Proyek ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga agar armada turbin gas pelanggan tetap kompetitif. Turbin gas GT26 kami dapat beroperasi dengan berbagai bahan bakar, termasuk campuran hidrogen dan gas alam, untuk membantu InterGen mengurangi emisi karbon di masa depan.”

MEMBACA  Warga negara Inggris 'gagal' dalam merencanakan pandemi yang salah, kata penyelidikan Covid

Tinggalkan komentar