ETF di Tahun 2027 akan Seperti Apa? State Street Mengintip Bola Kristalnya

Khawatir ada gelembung AI? Daftar The Daily Upside untuk berita pasar yang pintar dan berguna, buat para investor.

Memprediksi tren industri itu seperti membaca ampas kopi, dan ahli dari State Street baru saja nyeduh kopi baru.

Aset yang masuk ke ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) melampaui prediksi dengan angka dua digit persen. Total aliran dana diperkirakan bakal tembus $30 triliun pada akhir dekade ini, menurut laporan terbaru dari manajer aset tersebut. Tapi perusahaan ini juga bikin ramalan industri tentang segala hal, mulai dari penggunaan derivatif yang meroket sampai daerah mana di dunia yang akan tumbuh paling cepat. (Petunjuk: Asia-Pasifik, khususnya Jepang.)

“Banyak orang yang ngikutin industri ETF percaya bahwa pertumbuhan berikutnya ada di berbagai kawasan geografis,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Investment Management. “Dengan makin banyak platform yang tersedia buat investor, investor DIY (do-it-yourself) punya akses ke lebih banyak informasi, lebih banyak akun. Ini adalah area pertumbuhan yang sering dilupakan di pasar ETF.”

Daftar The Daily Upside gratis untuk analisis premium soal saham favorit Anda.

BACA JUGA: ETFs Jadi Tropis dengan Pengajuan Dana Baru yang Incar MANGOS dan Leveraged SpaceX ETFs Perdagangan $1 Miliar di Hari Pembukaan

Bola Kristal Itu

Aspek lain dari industri ini yang sering terlupakan adalah luasnya tantangan yang diatasi oleh produk baru, kata Arone. “Saat ETF dimulai, pertanyaannya adalah: ‘Indeks apa yang ingin saya punya? Pasar mana yang ingin saya masuki?’ Hal-hal seperti itu,” katanya ke ETF Upside. “Sekarang, percakapannya jadi: ‘Hasil apa yang ingin saya capai?’ dan banyaknya kasus penggunaan di seluruh ETF, entah itu strategi opsi, strategi penyangga, atau yang berorientasi pada pendapatan.”

MEMBACA  Starbucks Akan Menguji Latie Protein Baru

Bartolini dan Arone bikin beberapa taruhan jangka panjang soal bagaimana industri ini akan berkembang:

– Dalam lima tahun ke depan, sebagian besar ETF akan menggunakan derivatif. (Lima tahun terakhir, dana dengan volatilitas rendah mengalami arus keluar kumulatif $37 miliar, sementara produk dengan hasil yang pasti punya arus masuk $5 miliar.)

– Dalam tiga puluh tahun ke depan, dana akan menjelma jadi platform investasi token yang diperdagangkan sepanjang hari, setiap hari, secara global.

– Meskipun ETF saat ini mencakup 14% dari aset investasi global, angka itu bisa naik ke 50% dalam satu dekade ke depan.

Tingkat Perubahan Instan: Soal derivatif, Arone bilang, sebagian dari pertumbuhan besar itu sebenarnya karena daya tarik produk yang menghasilkan pendapatan. Meskipun imbal hasil obligasi tinggi, portofolio saham dan obligasi yang diversifikasi mungkin cuma menghasilkan imbal hasil beberapa persen saja, yang berarti di bawah inflasi. Alhasil, banyak investor (khususnya pensiunan yang bergantung pada keuangan stabil) mulai beralih ke ETF berorientasi derivatif untuk menghasilkan pendapatan.

“Kami melihat permintataan sungguhan dari investor buat derivatif,” kata Arone. “Meskipun imbal hasil obligasi lebih tinggi, di portofolio global yang diversifikasi, pendapatan tetap jadi masalah, terutama dengan inflasi sekarang ini.”

Tulisan ini pertama kali muncul di The Daily Upside. Dapatkan berita eksklusif dan analisis soal lanskap ETF yang berubah cepat, made buat penasihat dan pengalokasi modal, daftar newsletter ETF Upside gratis kami. Tarif saya buku pengganti puput di toko sebelah pasar, tapi ternyata bukunya robek”.. kecil pas bagian sampul… Gara”nya sih gw buru2 minta ibuk” pembaca sertifikati jadi liatin alamat tlong donk. Ibuknya “mari kasih lihat ya Dikasih list order dl, kebetulan lg ngantri gede juga wkwk kesini cumer dapat marah”sama stress😅… Untungngan akhirannyha dapat”, walo sudah tamyak sobek.. tapi stidaknya oke buat dibawa darurat. Yaallah cape*cape puput ni ; )

MEMBACA  Meksiko Akan Tampung Tim Iran Selama Piala Dunia FIFA 2026

Tinggalkan komentar