Elon Musk dan SpaceX Akusisi xAI dalam Kesepakatan Fantastis Senilai $1,25 Triliun Jelang IPO

Perusahaan roket Elon Musk, SpaceX, baru saja mengakuisisi xAI, perusahaan kecerdasan buatan yang juga didirikan oleh Musk. Ini adalah kesepakatan besar yang menggabungkan dua perusahaan swasta ini menjadi satu dengan nilai dilaporkan mencapai $1,25 triliun! Mereka juga berencana untuk IPO bersejarah tahun ini.

Musk, yang jadi CEO kedua perusahaan itu dan juga Tesla, bilang penggabungan ini akan menciptakan "mesin inovasi terambisius di Bumi (dan luar Bumi)". Dia menulis bahwa ini menggabungkan AI, roket, internet luar angkasa, dan platform informasi real-time.

Salah satu alasan terpenting menurut Musk adalah potensi untuk membangun pusat data di luar angkasa. Dia bilang kebutuhan listrik global untuk AI tidak bisa dipenuhi dengan solusi di Bumi saja. "Dengan memanfaatkan tenaga matahari yang hampir konstan di luar angkasa, satelit-satelit ini akan mengubah kemampuan kita," tulisnya.

Nilai transaksi yang sangat tinggi dan kecepatan prosesnya membuat banyak orang terkejut. Menurut Bloomberg, nilai gabungan perusahaan ini $1,25 triliun. Musk juga dikabarkan sedang menyiapkan IPO SpaceX yang bisa jadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Musk Punya Sejarah Mencampur Asetnya

Orang terkaya dunia ini sering mencampur kepentingan bisnis-bisnisnya. Dulu, Tesla mengakuisisi SolarCity. Lalu, tahun 2025, xAI membeli platform media sosial X (dulu Twitter).

Bulan lalu, Tesla juga mengejutkan pemegang saham dengan mengungkap investasi $2 miliar ke xAI. Ini berarti pemegang saham Tesla sekarang punya saham di perusahaan yang jadi bagian SpaceX, yang mungkin membuat investor bertanya-tanya.

Bagaimana dengan Grok?

Musk mendirikan xAI pada 2023 dengan tujuan menciptakan AI "pencari kebenaran". Chatbot Grok milik mereka sering kontroversial, bahkan baru-baru ini diblokir di beberapa negara karena masalah deepfake.

MEMBACA  Universitas Ohio State Mewajibkan Setiap Mahasiswa Gunakan AI di Kelas untuk Kuasai Kecakapan AI

Musk tidak menyebut Grok sama sekali dalam pengumuman penggabungan ini. Dia lebih fokus pada visi mengembangkan AI tanpa batasan dari Bumi. "Ini bukan hanya bab berikutnya, tapi buku berikutnya dalam misi kami," tulis Musk.

Dia memperkirakan dalam 2-3 tahun ke depan, cara termurah menghasilkan daya komputasi AI akan ada di luar angkasa. "Kemampuan yang kita buka dengan pusat data luar angkasa akan mendanai kehidupan di Bulan, Mars, dan akhirnya ekspansi ke alam semesta," pungkasnya.

Tinggalkan komentar