Dukungan Minyak Mentah Memperkuat Harga Gula

Gula di pasar dunia naik pada hari Selasa. Kontrak gula **Mei di NY #11 (SBK26)** tutup naik +0.26 (+1.83%). Gula putih **London ICE #5 (SWK26)** juga naik +12.30 (+2.97%) dan mencapai level tertinggi dalam 1 minggu.

Kenaikan ini didukung oleh harga minyak mentah yang naik lebih dari +2%. Harga minyak yang lebih tinggi mendorong pabrik gula di dunia untuk memproduksi lebih banyak etanol, sehingga mengurangi pasokan gula.

Namun, sebelumnya harga gula pernah jatuh ke level terendah dalam 5.25 tahun karena kekhawatiran surplus gula global. Beberapa analis memprediksi akan ada surplus gula dunia sebesar 2.74 hingga 8.3 Juta Metrik Ton (MMT) untuk tahun 2025/26.

Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan surplus +1.22 MMT di 2025-26. Ini disebabkan oleh peningkatan produksi gula di India, Thailand, dan Pakistan.

Di Brasil, produksi gula di wilayah Center-South turun -36% pada paruh kedua Januari. Tapi secara total dari awal 2025/26, produksinya masih naik +0.9%.

Sementara itu, di India, produksi gula periode Oktober-Maret naik +10.5%. Asosiasi produsen gula India (ISMA) memproyeksikan produksi tahunan 2025/26 sebesar 29.3 MMT. Mereka juga mengurangi perkiraan penggunaan gula untuk etanol, yang memungkinkan India mengekspor lebih banyak gula. Pemerintah India sudah menyetujui ekspor tambahan 500,000 MT.

Departemen Pertanian AS (USDA) memproyeksikan produksi gula global 2025/26 akan naik ke rekor 189.318 MMT. Konsumsi juga diperkirakan naik menjadi 177.921 MMT.

MEMBACA  JPMorgan Memangkas Target Harga Saham Penumbra Menyusul Laba Q4 yang Lemah Oleh Investing.comJPMorgan Memangkas Target Harga Saham Penumbra Menyusul Laba Q4 yang Lemah Oleh Investing.com

Tinggalkan komentar