MacKenzie Scott terus memberikan donasi besar ke universitas dan kolese tradisional untuk komunitas kulit hitam (HBCU). Kali ini, dia mencapai sebuah pencapaian besar.
Salah satu hadiah terbarunya adalah donasi $42 juta ke Elizabeth City State University. Donasi ini membuat total sumbangannya ke HBCU melebihi $1 miliar. Ini hanya bagian dari komitmen filantropi Scott sebesar $26 miliar sejak tahun 2020. Dia sudah memberi ke ribuan organisasi yang fokus pada kesetaraan, pemulihan bencana, dan lingkungan. Kebetulan, hari Selasa ini adalah ulang tahunnya yang ke-55.
Rektor universitas tersebut, S. Keith Hargrove, Sr., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Dia berkata bahwa Scott mengenal peran penting HBCU dalam membuka peluang dan memperkuat komunitas.
"Investasinya menegaskan apa yang sudah kami ketahui: institusi seperti ECSU adalah katalis kuat untuk perubahan," kata Hargrove. "Hadiah seperti ini tidak hanya menyediakan sumber daya; mereka mempercepat momentum." Donasi Scott akan mendukung rencana strategis ASCEND 2030 universitas itu, memperluas peluang untuk mahasiswa.
Hadiah ini adalah yang terbaru dalam pola yang Scott bangun sejak 2020. Dia adalah mantan istri pendiri Amazon, Jeff Bezos. Sebelumnya, dia juga memberikan $80 juta ke Howard University pada November 2025. Itu adalah salah satu donasi terbesar dalam sejarah universitas tersebut.
Mengapa pemberian tanpa syarat itu langka dan kuat
Semua donasi ini memiliki kesamaan: tanpa syarat khusus. Artinya, universitas bisa menggunakannya sesuai prioritas mereka, seperti untuk beasiswa, perbaikan fasilitas, atau menarik pengajar. Fleksibilitas ini sangat langka dalam dunia filantropi.
"Gayanya memberdayakan organisasi seperti kami untuk menentukan cara terbaik mengunakan dana dengan cepat dan inovatif," kata Noni Ramos, CEO sebuah organisasi perumahan, kepada Fortune pada 2024.
Pemberian Scott ke HBCU adalah bagian dari strategi filantropinya yang fokus pada keragaman (DEI). Pada tahun 2025 saja, dia memberikan $70 juta ke Thurgood Marshall College Fund dan United Negro College Fund.
Pengalaman pribadi di balik kebiasaan memberi Scott
Motivasi Scott untuk memberi dalam skala besar berasal dari pengalaman hidupnya. Saat kuliah, seorang dokter gigi pernah memberikannya perawatan gratis. Juga, seorang teman sekamar meminjamkannya $1.000 saat dia hampir putus kuliah karena kesulitan biaya.
"Efek berantai dari kebaikan membuat kita tidak bisa membayangkan betapa kuatnya sebuah tindakan baik," tulis Scott dalam sebuah esai di tahun 2025.
"Kedermawanan dan kebaikan mengaktifkan pusat kesenangan di otak yang sama seperti saat kita makan makanan enak atau menerima hadiah," kata Scott. Hal itu juga meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang kita.