Dijuluki Pahlawan Penemu Kapal Emas, Dijebloskan ke Penjara karena Kehilangan Koin-Koinnya.

Seorang pemburu harta karun laut dalam yang dulu menemukan salah satu bangkai kapal terbesar dalam sejarah Amerika sekarang sudah keluar dari penjara, menurut catatan federal.

Tommy Thompson, yang pada tahun 1988 menemukan “Kapal Emas” di lepas pantai Carolina Selatan, dibebaskan hari Rabu lalu, kata catatan Biro Penjara federal.

Thompson, ilmuwan asal Ohio, dulu dipuji sebagai pahlawan setelah menemukan S.S. Central America beserta ribuan pound harta karunnya yang tenggelam di dasar Samudra Atlantik selama lebih dari 150 tahun.

Tapi setelah itu, dia berkonflik dengan investor yang menuduhnya menipu mereka. Dia kemudian kabur dan jadi buronan sebelum akhirnya dipenjara karena menolak perintah pengadilan.

Kapal Central America tenggelam dalam badai tahun 1857 dengan banyak emas dari California Gold Rush. Empat ratus dua puluh lima orang tewas dan ribuan pound emas hilang, yang menyebabkan kepanikan ekonomi.

Investor yang mendanai Thompson menuntutnya tahun 2005. Mereka bilang belum terima uang dari penjualan 500 batang emas dan ribuan koin senilai 50 juta dolar.

Thompson, yang tinggal di Florida, sembunyi lalu jadi buronan setelah hakim federal Ohio mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya tahun 2012 karena tidak hadir di pengadilan.

Polisi melacaknya ke sebuah hotel di Florida tiga tahun kemudian. Hakim kemudian menghukumnya dan memenjarakan Thompson akhir tahun 2015 karena menolak menjawab pertanyaan soal lokasi koin yang hilang.

Thompson, sekarang 73 tahun, bersikeras bahwa koin-koin itu—senilai 2,5 juta dolar saat itu—diserahkan ke sebuah perwalian di Belize. Dia bilang 50 juta dolar dari penjualan emas kebanyakan untuk biaya hukum dan pinjaman bank.

Dia tetap dipenjara meski hukum federal biasanya membatasi hukuman untuk penghinaan terhadap pengadilan sampai 18 bulan. Pengadilan banding federal tahun 2019 menolak argumen Thompson, mengatakan penolakannya melanggar perjanjian.

MEMBACA  Masa Keemasan AI, Pemotongan Suku Bunga Fed Dongkrak Saham AS ke Puncak Baru pada tahun 2024

Tahun berikutnya, Thompson muncul lewat video untuk sidang lain. Hakim Algenon Marbley bertanya lagi apakah dia siap menjelaskan di mana emasnya berada.

“Yang Mulia, saya tidak tahu di mana lokasi emasnya,” jawab Thompson. “Saya merasa tidak punya kunci untuk kebebasan saya.”

Februari lalu, Hakim Marbley setuju untuk mengakhiri hukuman Thompson, karena yakin memenjarakannya lebih lama tidak akan memberikan jawaban. Hakim kemudian memerintahkan Thompson menjalani hukuman dua tahun karena mangkir dari sidang tahun 2012.

Dwight Manley, pedagang koin dari California yang membeli hampir seluruh harta itu, bilang Thompson membayar harga mahal untuk apa yang disebutnya cuma perselisihan bisnis.

“Dipenjara 10 tahun untuk perselisihan bisnis itu bukan Amerika,” kata Manley. “Orang bunuh orang aja bisa bebas dalam waktu setengahnya.”

Tinggalkan komentar