13 Maret (Reuters) – Digg melakukan pemutusan hubungan kerja untuk karyawan. Mereka menyebutkan “realitas yang brutal” di lingkungan digital saat ini dan peningkatan aktivitas bot yang digerakan oleh kecerdasan buatan. Ini terjadi lebih dari setahun setelah agregator konten yang pernah populer itu umumkan kembalinya.
CEO Justin Mezzell bilang di postingan blog hari Jumat bahwa perusahaan mengecilkan timnya ke grup inti yang kecil. Ini setelah mereka gagal menemukan kecocokan produk-pasar melawan platform media sosial yang sudah mapan.
Perusahaan itu menghadapi masuknya “belum pernah terjadi sebelumnya” dari agen AI canggih dan akun otomatis. Itu merusak sistem voting dan keterlibatan di platform.
“Ketika kamu tidak bisa percaya bahwa suara, komentar, dan keterlibatan yang kamu lihat itu asli, kamu telah kehilangan fondasi yang dibangun sebuah platform komunitas,” kata Mezzell dalam pernyataan.
Pendiri Digg Kevin Rose bekerja sama dengan mantan rival Alexis Ohanian untuk membeli perusahaan itu. Mereka bertaruh pada kebangkitan platform dengan tenaga AI yang dulu menarik sekitar 40 juta pengunjung bulanan.
Mezzell bilang Rose akan kembali ke Digg penuh waktu mulai April dan akan memimpin usaha untuk membangun kembali platform. “Kami tidak menyerah. Digg tidak akan hilang,” tambahnya.
Perusahaan tidak langsung menanggapi permintaan Reuters untuk komentar tentang jumlah karyawan yang terdampak.
Diluncurkan pada 2004 oleh Rose yang waktu itu berusia 27 tahun, Digg pernah disebut “halaman utama internet” dan merupakan saingan Reddit, perusahaan yang ikut didirikan Ohanian.
Platform itu dijual ke inkubator teknologi Betaworks yang berbasis di New York pada 2012. Microsoft LinkedIn telah mengambil aset paling berharganya, termasuk paten-patennnya.
(Pelaporan oleh Jaspreet Singh di Bengaluru; Penyuntingan oleh Alan Barona)