Di Samping Startup Suara AI, Raih Pendanaan $32 Juta

Perusahaan startup Beside yang baru muncul, sudah dapat dana $32 juta. Mereka kembangkan ‘resepsionis AI’ yang sekarang bisa tangani jutaan panggilan tiap bulan.

Resepsionis AI ini untuk orang dan bisnis kecil yang tidak mampu pekerjakan asisten penuh waktu. AI-nya bisa jawab telepon, ingat detail pelanggan, buat janji temu, dan urus tindak lanjut, lewat aplikasi yang terhubung ke nomor telepon yang sudah ada.

"Kami bayangkan seperti mempekerjakan Chief of Staff lulusan Harvard yang punya ingatan sempurna," kata Maxime Germain, pendiri dan CEO Beside. "Lama-kelamaan, dia jadi mitra terpercaya yang paham pelanggan kamu dan bantu kamu dapat lebih banyak bisnis."

Startup ini, yang beroperasi di AS, baru dapat $20 juta dari EQT Ventures, Index Ventures, dan investor seperti pendiri Slack. Sebelumnya, mereka sudah dapat $10.5 juta. Dana ini akan dipakai untuk kembangkan produk, rekrut karyawan, dan masuk ke pasar Eropa.

Perusahaan ini fokus ke konsumen langsung, bukan perusahaan besar. Tim pendirinya berasal dari perusahaan teknologi seperti X (dulu Twitter), Snap, dan Jour. Pasar suara AI diperkirakan akan tumbuh sangat besar, dari $3.14 miliar pada 2024 menjadi $47.5 miliar pada 2034.

Banyak pesaing di bidang ini, termasuk raksasa seperti Amazon dan Microsoft. Tapi Beside beda karena langsung menargetkan 100 juta orang Amerika yang kerjanya lewat telepon, seperti kontraktor, agen real estate, dan pemilik bisnis kecil. Banyak bisnis kecil di Inggris yang tidak bisa jawab lebih dari 40% telepon masuk mereka.

AI resepsionis Beside bisa jawab telepon, bicara dengan pelanggan, dan lakukan tugas berdasarkan pembicaraan. Mereka juga sedang kembangkan aplikasi desktop yang otomatis rekam semua panggilan dan rapat. Misalnya, untuk salon rambut, AI bisa jawab telepon klien baru, tanya gaya rambut yang diinginkan, buat janji temu, dan kirim konfirmasi.

MEMBACA  Rekening Online dengan Bunga Tinggi untuk Lulusan Baru

"Tidak perlu stres karena takut lupa permintaan pelanggan itu sangat berharga," kata salah satu pengguna. AI-nya juga bisa tangani obrolan teks dan pengguna bisa klon suara mereka sendiri. Semua percakapan bisa dicari, menciptakan ‘otak kedua’ untuk bisnis kecil.

Perusahaan juga fokus kembangkan fitur untuk tim, agar bisnis kecil dengan 20-50 orang bisa berbagi konteks pelanggan. Jadi semua orang tahu riwayat dan preferensi klien tanpa harus tanya berulang kali.

Daripada tambahkan AI di atas sistem telepon yang ada, Beside bangun ulang infrastruktur telepon dari nol. Sekarang mereka tangani jutaan panggilan per bulan. Untuk jangka panjang, mereka berencana menjadi operator seluler penuh dengan integrasi di tingkat SIM.