Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat sedang menunda program keamanan bandara TSA PreCheck dan Global Entry karena sebagian pemerintah masih tutup.
Program ini dirancang untuk mempercepat penumpang yang terdaftar melewati antrean keamanan. Penundaan ini bisa bikin pusing para penumpang.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem bilang dalam pernyataan bahwa “penutupan pemerintah punya konsekuensi serius di dunia nyata.” Dia juga mengatakan bahwa “TSA dan CBP mengutamakan populasi umum yang bepergian di bandara dan pintu masuk, serta menunda pengawalan khusus.”
Sebagian penutupan pemerintah dimulai 14 Februari setelah Partai Demokrat dan Gedung Putih tidak bisa capai kesepakatan untuk danai Departemen Keamanan Dalam Negeri. Demokrat meminta perubahan pada operasi imigrasi yang jadi inti kampanye deportasi Presiden Donald Trump.
Anggota Demokrat di Komite Keamanan Dalam Negeri DPR mengkritik keputusan tentang keamanan bandara ini.
Mereka bilang di media sosial bahwa pemerintahan “merusak program yang membuat perjalanan lebih lancar dan aman” dan menuduh mereka “sengaja merusak perjalananmu.”
Airlines for America, kelompok perdagangan untuk maskapai besar, mengatakan “sudah waktunya Kongres duduk dan buat kesepakatan.”
Organisasi itu bilang mereka “sangat khawatir” bahwa “masyarakatakat yang bepergian akan, sekali lagi, dijadikan bola politik di tengah penutupan pemerintah lain.” Mereka juga mengkritik pengumuman di Sabtu malam, mengatakan itu “dikeluarkan dengan pemberitahuan sangat singkat ke penumpang, memberi mereka sedikit waktu untuk rencanakan persiapan.”
Bergabunglah dengan kami di Fortune Workplace Innovation Summit 19–20 Mei 2026, di Atlanta. Era baru inovasi tempat kerja sudah datang—dan buku pedoman lama sedang ditulis ulang. Di acara eksklusif dan penuh energi ini, pemimpin paling inovatif dunia akan berkumpul untuk jelajahi bagaimana AI, kemanusiaan, dan strategi bersatu untuk definisikan kembali masa depan kerja. Daftar sekarang.