CFO Chevron: Alasan Kepala Keuangan Menentukan Nilai Bisnis AI

Selamat pagi. Ada banyak riset dan survei yang bilang kalau CFO punya peran besar dalam menciptakan nilai dari AI. Untuk dapat perspektif lebih, saya ngobrol dengan seorang CFO yang juga mantan CTO.

Awal pekan ini di Washington, D.C., saya berbicara dengan Eimear P. Bonner, CFO dari Chevron. Bonner punya latar belakang yang menarik sampai jadi pimpinan keuangan. Sejak bergabung sama Chevron tahun 1998, dia udah pegang banyak peran penting di operasi dan strategi, termasuk jadi direktur umum Tengizchevroil LLP di Kazakhstan. Tahun 2021, dia bikin sejarah sebagai CTO perempuan pertama Chevron, dan tahun 2024 dipromosikan jadi CFO perusahaan yang ada di peringkat No. 21 di Fortune 500 tahun ini.

Menurut Bonner, CFO sebagai penjaga keuangan untuk keputusan investasi juga punya alat untuk bantu tingkatkan kinerja.

“Kami punya posisi unik untuk nilai apakah AI bisa bikin nilai atau tidak,” katanya. Meski AI kasih banyak kemungkinan, pemimpin keuangan punya peran penting buat tentukan inisiatif mana yang paling penting dandi prioritaskan, tambahnya.

Dari pandangan Bonner, pertanyaan kuncinya bukan apakah AI bisa ngelakuin pekerjaan, tapi: “Gimana cara AI bantu ningkatin kinerja atau atasi apa yang menghambat kinerja?”

Di internal, Chevron pakai alat seperti Microsoft Copilot sama Claude dari Anthropic. Organisasi keuangan Chevron punya sekitar 3.500 karyawan di seluruh dunia. Di bagian keuangan, contoh penggunaan AI termasuk di investor relations buat sintesis dan analisis data besar buat dapet wawasan. Juga dipake di fungsi audit buat dukung kontrol SOX, dan di bidang seperti peramalan.

Tujuan Bonner adalah memastikan semua orang di fungsi keuangan dilatih cara pakai AI yang efektif. Soal perubahan, dia tekankan untuk mengubah cara pandang teknologi: “Anggap AI sebagai rekan kamu untuk dapetin lebih banyak wawasan.” Penerapan AI udah lumayan jalan, baik di tempat kerja atau dalam kehidupan sehari-hari.

MEMBACA  Pemerintah Meminta Inovasi Model Bisnis Media di Tengah Perubahan Digital

Dalam perannya sendiri, Bonner pakai AI buat sintesis data dan sebagai papan suara, dan dia juga lagi coba-coba bikin agen AI pribadi buat urus tugas rutin, seperti persiapan untuk pidato.

“Teknologi itu kayak udara yang kita hirup di perusahaan seperti Chevron,” kata Bonner. Itu yang mendasari cara perusahaan ekstrak minyak dan gas, dan kirim produk ke tempat yang dibutuhkan.

Chevron juga jalankan program fogus AI buat proyek “moonshot” ambisius dan berdampak tinggi, khususnya di eksplorasi dan pemulihan cadangan, seringnya kerja sama dengan mitra teknologi, katanya. Perusahaan udah katalog sekitar 15 alur kerja dan skenario pakai AI serta analitik lanjutan, termasuk ApEX, alat AI punya sendiri yang didesain buat ningkatin cara Chevron nemuin sumber minyak dan gas.

Bonner bilang, untuk Chevron, titik temu antara permintaan energi dan pertumbuhan ada di bagaimana mereka menyediakan listrik untuk pusat data dan bekerja sama dengan hiperskaler. Tahun lalu, perusahaan ngumumin kerja sama dengan GE Vernova dan Engine No. 1 buat kembangkan proyek listrik skala besar untuk pusat data AS.

Strategi AI di seluruh Chevron diawasi langsung oleh pimpinan senior, termasuk CEO Mike Wirth, serta Pejabat Perusahaan Jeff Gustavson sama Ryder Booth. Sebagai bagian dari upaya ini, perusahaan udah perbesar tim “skunkworks” kecil yang didiriin beberapa tahun lalu dan sekarang genjot penggunaan AI di rantai nilai, sambil bangun kemampuan AI baru buat seluruh tenaga kerja.

Buat Bonner, perubahan ini nunjukin tugas baru untuk pimpinan keuangan: bukan cuma mendanai percobaan AI, tapi juga mutusin onde teknologi itu Bener-bener bikin nilai di seluruh perusahaan.

Sheryl Estrada
[email protected]

Papan Peringkat

MEMBACA  Kentucky Derby Mungkin Akan Basah. Favorit Awal Fierceness, Sierra Leone Telah Menang di Lumpur.

Brian Herb ditunjuk jadi CFO McAfee, perusahaan keamanan dunia. Herb bawa lebih dari 20 tahun pengalaman keuangan dan operasional di perusahaan pertumbuhan tinggi. Terbaru, dia jadi CFO CCC Intelligent Solutions. Sebelumnya, Herb habiskan lebih 20 tahun di Experian, hingga jadi CFO bisnis meurka di Amerika Utara. Dia mulai karirnya di Ernst & Young.

John McCauley ditunjuk jadi CFO Vanta, perusahaan peranti lunak keamanan dan kepatuhan otomatis. McCauley bawa pengalaman lebih dari 20 tahun skelakan perusahaan peranti lunak. Dia gabung Vanta dari Calendly, di mana dia teranyar jadi COO dan bantu bisnis tumbuh ke lebih 20 juta pemakai di lebih 230 negara. Sebelumnya dain adalah CFO di Seismic. Juga pernah mimpin keuangan di ServiceNow.

Kesepakatan Besar

Hanya satu dari empat karyawan yang merasa siap pake AI di kerja, meski 86% udah pakai alat AI, menurut laporan terbaru Skillsoft, Workforce Readiness Report: AI Edition. Kegambar bahwa 77% pemimpin bilang perusahaan mereka udah siapin kerja untuk sukses dengan AI, tetapi temuannya nunjukin ada jarak kesiapan 53 persen dan menunjuk pada pelatihan yang lambat, penilaian keterampilan terbatas, serta tata kelola yang minim sebagai sebab kenapa adopsi mengalahkan dukungan.

Sebagai contoh, 69% karyawan “agak” atau “tidak terlalu jelas” soal ketrampilan mana yang berarti, dibandingin 43% pemimpin yang bilang mereka sangat jelas. Saat pakai AI, baik manajer (51%) maupun kontributor individu (45%) paling sering pakai AI genaratif buat riset.

Sekitar 1 dari 10 responden bilang perusahaan mereka punya tata kelola AI yang komprehensif–kebijakan, pelatihan, dan pengawaan barjalan–sementara pemakaian alat ini tetap meluas di hampir 90% responden, kata Skillsoft. Skenerio paling umum bimbingan informal yang beda-beda tergantung managernya, dan untuk 21% kontributor dan14% manajer, nggak ada bimbingan sama sekali.

MEMBACA  Model Bisnis OpenAI

Temuan berdasarkan tanggapan terkumpul dari 2.000 profesional global.

Prusahaan hanya salah satu contoh.

Go Deeper

Siap pendamping kripto No.1? Gantung dari tip’snya/yaim’snya. Forbes Kripto 100 bocoranktor mereka.. CEs and each. Terle mkin hadged fu…
full re.. Rekomen li

Tinggalkan komentar