CEO Uber Ramalkan Mayoritas Perjalanan Bisa Dioperasikan Robot dalam 20 Tahun

Setelah diluncurkan tahun 2009, Uber menyebar dengan cepat di AS. Mereka mengubah ekonomi gig dengan model berbasis apk yang menghubungkan konsumen dengan kontraktor independen. Kontraktor ini pakai mobil sendiri dan atur jadwal sendiri. Sekarang, sudah ada lebih dari 9,5 juta kontraktor Uber di seluruh dunia.

Tapi di kota-kota seperti San Francisco, Los Angeles, Phoenix, dan Atlanta, pelanggan semakin banyak pakai kendaraan otonom. Bahkan ada yang mengirim anak remajanya ke sekolah dengan kendaraan ini. Yang dulu seperti fiksi ilmiah, sekarang jadi kenyataan di beberapa bagian AS. Perusahaan seperti Waymo (didukung Alphabet), Tesla, dan Zoox (didukung Amazon) memperluas pasar ini.

Robotaksi semakin populer dan memberi tekanan pada jutaan supir yang bergantung pada pendapatan dari rideshare.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi, bilang dalam wawancara baru-baru ini, "Kamu bisa bayangkan sebagian besar perjalanan kami akan dilayani oleh robot. Mungkin tidak dalam 10 tahun, tapi dalam 15 sampai 20 tahun ke depan, kita akan mulai sampai di sana."

Para pemimpin bisnis sudah memperingatkan tentang kemampuan AI untuk menggantikan banyak pekerjaan, bahkan pekerjaan kerah putih. Kepala AI Microsoft, Mustafa Suleyman, bahkan memprediksi semua pekerjaan kerah putih bisa digantikan oleh otomatisasi dalam waktu sekitar satu tahun.

Keamanan pekerjaan dalam jangka pendek

Menanggapi permintaan komentar, juru bicara Uber mengarahkan pada pernyataan CEO sebelumnya. Dia menekankan bahwa perusahaan memperkirakan jumlah supir dan kurir di platformnya akan terus tumbuh selama beberapa tahun.

Laporan Goldman Sachs tahun 2025 memprediksi jumlah robotaksi di AS akan tumbuh dari 1.500 di tahun 2025 menjadi sekitar 35.000 di tahun 2030. Ini akan menguasai sekitar 8% pasar rideshare AS. Namun, angka ini masih jauh dari 20 juta robotaksi yang menurut Khosrowshahi pada akhirnya akan masuk ke pasar rideshare.

MEMBACA  Anthropic Luncurkan Cowork, Agen AI Pengelola Berkas yang Bisa Ancam Puluhan Startup

Dalam podcast, Khosrowshahi mengatakan masih banyak masalah yang harus diatasi perusahaan dan firma rideshare lain untuk mengembangkan armada mobil tanpa supir. "Kami tidak beroperasi di dunia virtual, kami beroperasi di dunia fisik," katanya. "Peraturan harus disiapkan. Mobil harus dibangun. Sensor dan model AI harus mencapai tingkat yang dibutuhkan."

Tapi Uber berusaha mempercepat proses ini. Mereka meluncurkan Uber Autonomous Solutions untuk mengomersialkan robotaksi di seluruh dunia. Ini akan mengatur pengembangan infrastruktur AV, pengalaman pengguna, dan operasi armada.

Apa yang akan dilakukan supir nanti?

AI bukan cuma masalah untuk supir rideshare. Khosrowshahi berpikir dalam 10 tahun ke depan, AI akan bisa menggantikan pekerjaan yang dilakukan 70% sampai 80% manusia.

"Sepuluh tahun bukan waktu yang banyak bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan dampak seperti itu," ujarnya.

Uber sudah berusaha mempermudah penyesuaian ini dengan memperbanyak jenis pekerjaan untuk kontraktornya. Misalnya, Uber menawarkan pekerjaan pengiriman dan belanja, yang menurut Khosrowshahi tidak bisa digantikan AI dalam waktu dekat. Selain itu, pada Oktober lalu, perusahaan meluncurkan inisiatif AI Solutions. Di sini, kontraktor bisa melatih agen dan model AI dari ponsel mereka ketika tidak menyetir. Tugasnya bisa berupa mengevaluasi respons AI, menerjemahkan, atau mereview konten.

Namun, dia percaya pelatihan ulang dan masa depan pekerjaan adalah pertanyaan besar yang harus dijawab para pemimpin bisnis dalam beberapa tahun ke depan.

"Ketika kita melihat lima tahun atau lebih ke depan, ini akan menjadi masalah yang lebih besar bagi masyarakat luas," kata Khosrowshahi.

Tinggalkan komentar