CEO Eventbrite Jual Perusahaannya Rp7,7 Triliun: Bermain Catur Melawan Robot, Sedang Mempertimbangkan Magang

Dua puluh tahun lalu, Julia Hartz tinggalin karirnya yang baru mulai di MTV dan FX, nyetir ke utara coast California, dan memulai platform tiket Eventbrite dengan dua cofounder-nya dari awal. Sekarang CEO yang udah lama ini bangun dengan kalender Outlook yang kosong; Hartz sudah jual perusahaannya dengan exit senilai $500 juta, dan lagi mikirin langkah selanjutnya setelah pisah dengan perusahaan yang dia bikin sendiri.

"Ini mirip seperti waktu saya punya bayi. Saya merasa sedikit postpartum…saya literally nggak pernah tanpa kerja sejak umur 15," kata Hartz ke Fortune. "Saya punya passion yang besar untuk belajar dan mulai dari nol."

Entrepreneur ini sudah sibuk dan kerja keras selama lebih dari 30 tahun. Waktu remaja, dia dapet uang pertama dari kerja di cafe dan anterin anak ke kegiatan setelah sekolah; waktu kuliah di Pepperdine University, dia intern di sitkom Friends, lalu bergabung di departemen serial MTV. Empat tahun ngembangain acara seperti Jackass dan The Shield, Hartz mulai berani jadi entrepreneur. Eventbrite jadi hidupnya sejak itu; dia pimpin bisnis ini lewat pendanaan hampir $350 juta, IPO, penutupan COVID-19, dan penjualan $500 juta ke Bending Spoons.

Sekarang, Hartz lagi mikirin semua cara yang bisa dia lakuin dengan waktu luang yang baru.

"Saya nerima banyak tawaran inbound yang menarik, dan saya bersyukur," katanya. "Saya juga nggak bisa berenti mikirin bahwa ada cara simbiosis yang luar biasa di mana saya mulai [lagi] dari awal."

Hartz main catur dengan robot, belajar coding, dan lirik internship.

Tanggal 13 Maret, Hartz masuk kerja untuk terakhir kali sebagai pimpinan platform tikrt. Sekarang dia menikmati kesempatan langka untuk merencanakan langkah berikutnya.

MEMBACA  Robot yang Mampu Memperbaiki Diri Berhasil Diciptakan

Hartz bilang suaminya dan cofounder Eventbrite, Kevin Hartz, sudah bikin daftar 27 perusahaan beda yang bisa mereka bangun bareng, dan dia lagi timbang antara jadi entrepreneur atau pilih karir lain.

Untuk saat ini, wanita 46 tahun ini join di board dari Live Like Braun Foundation, yang dijalankan Jenn dan Dan Levi, untuk bantu kumpulkan grant dan kesadaran soal risiko sopir yang ugal-ugalan. Entrepreneur ini juga bilang banyak waktu luangnya dia pakai sebagai "one-woman recruiting show" untuk bantu mantan teman sekantor di Eventbrite dapet kerja baru.

Tapi secara, dia akirnya punya waktu buat hobi-hobi founder sering tunda. Hartz belajar main piano lagi, main golf, dan main catur dengan robot di rumahnya.

Berdasarkan keahlian di tech entrepreneurship, dia juga sempat mempelajari semua AI baru yang isi revolusi teknologi terkini.

"Apa yang saya habiskan waktu ekstra banyak adalah kerja lebih dalem dengan Claude code dan OpenClaw," Hartz cerita. "Saya melakukan yang banyak orang mungkin harus lakukan, tapi sayangnga nggak punya waktu."

Bisniswoman ini juga girang dengan syarat memulainya lagi, tapi bukan dengan nama di balik perusahaan lain. Melainkan dia keen buat belajar dengan kembali ke level korporat yang terebawah: lewat internship. Hartz appreciate pengalaman instit peng itu cara untuk dapet akses dan belajar lebih banyak—tapi dia harap leader lain yang senior juga sempat internship di perusahaan lainnya, walaupun Cuma satu minggu.

"Saya sebel dengan ide internship," kata Hartz. "Saya selalu suka sama orrang-orang yang estabished di karir mereka pergi internship gratisan." Mohon maaf, saya tidak melihat teks yang ingin Anda terjemahkan. Silakan kirimkan teks aslinya agar bisa saya bantu.

MEMBACA  Alasan Israel Memilih Menyerang Iran Saat Ini

Tinggalkan komentar