Kenapa generasi boomer dulu bisa beli rumah hanya dengan satu penghasilan, sementara anak muda sekarang susah bayar uang muka saja?
Itu pertanyaan yang diajukan influencer keuangan Ramit Sethi ke pengikutnya di episode YouTube terbaru. Menjawab pertanyaannya sendiri, Sethi bilang “generasi boomer membangun kekayaan dalam sistem yang sudah tidak ada lagi,” sebagian karena mereka mengubah aturan supaya orang lain tidak bisa dapat keuntungan dari peluang perumahan yang mereka nikmati selama puluhan taun.
Begini cara boomer menghalangi kamu dari peluang membangun kekayaan, dan lima langkah untuk membangun kekayaan sekarang menurut Sethi.
Sethi mencatat bahwa perumahan dan pensiun adalah dua hal paling mahal yang harus dibayar seseorang, dan boomer diuntungkan dari keduanya. Pertama, mereka menerima pensiun. Pensiun hampir semua diganti dengan 401(k), “yang artinya beban pensiun pindah ke pegawai perorangan,” kata penulis buku terlaris itu.
Selanjutnya, boomer dapat keuntungan dari kebijakan pemerintah yang mendukung kepemilikan rumah. Rumah kelas menengah sering dibeli dengan satu gaji. Orang yang sama yang membangun kekayaan dari rumah terjangkau ini lalu pergi ke pemerintah setempat untuk menghalangi pembangunan rumah lagi. Ini membuat persediaan kurang dan menaikkan biaya perumahan, akhirnya memutus generasi masa depan dari kepemilikan rumah yang murah.
Sekarang Lagi Tren: 5 Strategi Teratas Warren Buffett untuk Membangun Kekayaan sebagai Boomer
Untuk Kamu: 6 Cara Cerdas untuk Dapat Ekstra $1K Bulan Ini
Meski terasa sulit untuk generasi muda, ada hal yang bisa mereka lakukan untuk bantu membangun kekayaan.
Pertama, Sethi ingatkan ke 1.03 juta pelanggannya bahwa memilih itu penting. Dia dorong suara progresif untuk memastikan mereka didengar. Menurut Housing Matters, sebuah inisiatif Urban Institute, generasi milenial dan Gen Z menyumbang lebih dari 40% populasi di AS dan diperkirakan akan jadi mayoritas suara dalam lima taun ke depan.
Salah satu penghalang terbesar kepemilikan rumah untuk anak muda adalah kurangnya persediaan. Perubahan kebijakan federal bisa bantu tingkatkan persediaan perumahan terjangkau. Karena itu, memilih orang yang dukung inisiatif ini menjadi kritis.
Meski generasi muda mungkin tidak punya akses ke pensiun seperti boomer, bukan berarti perusahaan tidak mau bantu tambah dana pensiun pegawai. YouTuber itu mendorong pelanggannya untuk maksimalkan dana pensiun mereka.
Selanjutnya, Sethi bilang banyak orang lupa betapa pentingnya mendapat jumlah maksimum yang tersedia di pekerjaan mereka. Dia bilang untuk lakukan ini, pegawai mungkin perlu belajar skill negosiasi untuk gaji lebih baik, cari pekerjaan baru atau mulai bisnis sampingan.
Sethi juga rekomendasikan mengabaikan nasihat dari boomer kaya yang coba yakinkan pendengar bahwa mereka jadi kaya dengan tidak beli kopi di pagi hari atau tidak makan di luar. Dia bilang bahwa karir dan investasi mereka yang buat mereka kaya. Sebaliknya, dia dorong pengikutnya untuk pakai “rencana pengeluaran sadar.”
Dalam rencana pengeluaran sadar hanya ada empat angka yang perlu diketahui: biaya tetap, investasi, tabungan, dan pengeluaran bebas rasa bersalah. Dengan empat angka ini dalam pikiran, seseorang bisa siapkan diri untuk stabilitas keuangan. Ini bisa dipakai untuk “menyiapkan sistem uang yang benar,” yang termasuk tabungan dan investasi otomatis.
Akhirnya, Sethi rekomendasikan generasi muda untuk investasi secara teratur, idealnya otomatis. Menurut Fidelity Investments, mengotomatiskan investasi punya beberapa keuntungan termasuk mengurangi godaan untuk belanja, mengurangi kemungkinan bereaksi berlebihan terhadap pasar, dan bantu jaga investasi tetap pada jalurnya.
Lainnya dari GOBankingRates
Artikel ini awalnya muncul di GOBankingRates.com: Ramit Sethi: Bagaimana Boomer Menghalangi Kamu dari Kekayaan — Dan 5 Langkah untuk Membangunnya Sekarang