Kevin O’Leary dari Shark Tank menasehati pasangan untuk pikirkan masadepan mereka bersama sebelum keluarkan uang banyak untuk pesta pernikahan besar.
Investor dan pendiri O’Leary Ventures ini dikenal dengan pendapat blak-blakannya tentang banyak hal, mulai dari kerja jarak jauh sampai generasi Gen Z. Dia punya saran yang terus terang untuk pasangan muda: Simpan uang kalian untuk pernikahan.
"Kesalahan nomor satu apa yang orang buat sebelum mereka menikah?" tanya O’Leary dalam sebuah video yang dirilis hari Rabu. "Mereka rencanakan pesta pernikahan yang sangat besar. Sangat boros uang."
Menurut O’Leary, lebih baik pasangan berpikir sederhana untuk kepentingan masa depan mereka. Pilih upacara sipil dan pesta kecil setelahnya hanya dengan teman-teman terdekat.
"Pilihlah dengan hati-hati siapa yang diundang. Mereka harus benar-benar penting untuk kamu, dan lupakan pesta mewah yang besar," katanya.
Komentar O’Leary ini muncul saat biaya pernikahan di Amerika Serikat telah melonjak di atas $30,000. Rata-rata biaya pernikahan di Amerika mencapai $36,000 di tahun 2026, menurut data dari platform perencana pernikahan Zola. Angka ini termasuk sewa tempat, gaun pengantin, bunga, dan jasa foto. Studi terpisah dari Zola di bulan Januari terhadap 11,500 pasangan menemukan 84% juga percaya pernikahan mereka akan lebih mahal tahun ini dibanding dua tahun lalu karena ekonomi atau tarif.
Namun, kepala merek Zola, Sammi Kobrin, mengatakan bahwa untuk berkumpul dengan keluarga dan teman di pernikahan mereka, "mayoritas besar mengatakan itu akan sepadan dengan biayanya."
Tapi ketika pasangan menghabiskan uang sangat banyak untuk pernikahan, dan seringkali melebihi anggaran, tekanannya tidak hanya dirasakan pasangan dan keluarganya—tapi juga tamu undangan. Tamu semakin sering diminta mematuhi ekspektasi tinggi terkait kode berpakaian dan hadiah yang mereka bawa.
Dalam konteks ini, O’Leary bilang pasangan sebaiknya hindari stres itu dan gunakan uang yang rencananya untuk pesta pernikahan untuk hal besar di masa depan.
"Daripada menghabiskan uang banyak, habiskan jumlah yang kecil, ambil selisihnya dan investasikan untuk masa depan bersama kalian, mungkin untuk uang muka rumah," ujarnya.
Bagi pasangan yang ingin membeli rumah, melewatkan pesta pernikahan besar mungkin masuk akal secara finansial, meski mungkin tidak enak secara emosional.
Usia rata-rata pembeli rumah pertama kali telah naik ke rekor tertinggi, yaitu 40 tahun. Ini mungkin tidak mengejutkan karena harga jual rata-rata rumah di Amerika mencapai $405,000 di kuartal terakhir 2025. Seseorang yang ingin membayar uang muka optimal 20% untuk rumah dengan harga rata-rata harus menabung $81,000.
Meskipun tingkat bunga hipotek konvensional 30-tahun telah turun menjadi sekitar 6% dari tertinggi 8% di tahun 2023, harga rumah telah naik sangat tinggi sehingga lebih dari setengah orang yang penghasilannya enam digit (puluhan ribu dolar) mengatakan membeli rumah adalah hal yang tidak terjangkau.
Bahkan setelah pernikahan, O’Leary mengatakan bulan madu impian juga seharusnya tidak dilakukan. Menurutnya, untuk apa liburan mewah jika pasangan belum mapan secara finansial?
"Setelah kalian benar-benar stabil dan keuangan kalian sudah tertata, baru jalan-jalan," katanya. "Tapi membuat diri kalian punya hutang yang sangat besar hanya untuk menikah itu sangat tidak pintar."