Brasil, Guyana, dan Venezuela Kendalikan Lonjakan Ekspor Minyak Amerika Selatan

Amerika Selatan udah naikin ekspor minyaknya lebih dari Amerika Serikat tahun ini, karena negara-negara produsen utama di sana ningkatin produksi dan pengiriman ke negara-negara yang lagi butuh minyak tanpa harus lewat Selat Hormuz.

Lima tahun terakhir, Brasil, produsen minyak terbesar di Amerika Selatan, udah mulai produksi dari beberapa platform baru di ladang minyak pre-salt Santos. Guyana juga terus ningkatin pengiriman minyak ke luar negeri karena konsorsium Exxon mulai ngembangin ladang minyak di blok Stabroek. Di sana, udah ditemuin lebih dari 11 miliar barel minyak dalam sepuluh tahun terakhir.

Kolombia, Ekuador, dan Peru produksi minyaknya justru turun. Tapi Venezuela, setelah produksi sama ekspornya ancur selama enam tahun gara-gara sanksi AS tahun 2019 sama penangkapan Nicolas Maduro awal tahun ini, sekarang produksinya mulai naik lagi.

Dalam dua bulan terakhir, ekspor minyak Venezuela nyentuh level tertinggi dalam tujuh tahun, dan bakal terus naik karena penjualan minyaknya dikontrol AS, sanksi dilonggarkan, dan perusahaan internasional balik lagi ke Venezuela.

Naiknya pasokan dari Amerika Selatan ini pas banget buat negara-negara produsen—banyak pembeli yang cari minyak yang nggak perlu lewat Selat Hormuz. Apalagi perang di Timur Tengah udah ngerusak ekspor dari daerah penghasil minyak paling penting di dunia.

Brasil yang Stabil Naik

Ekspor minyak Brasil udah melonjak sejak 2021, dan makin naik lagi sejak Maret, terutama pengiriman ke China yang naik dua kali lipat karena pasokan dari Timur Tengah berkurang. Pangsa pasar Brasil di impor minyak mentah China naik dari sekitar 10% di Januari jadi 18% di April, meski permintaan China lagi melemah. Di April, kilang-kilang China nerima 1,43 juta barel minyak Brasil per hari, rekor tertinggi.

MEMBACA  Lamborghini Aventador SVJ Melaju Kencang dan Mengalami Kecelakaan di India

Tapi ekspor bulan Mei agak melambat karena Petrobras, perusahaan minyak negara Brasil, mau ningkatin produksi kilang lokal buat jamin pasokan bahan bakar dalam negeri.

Opportunity for minor distorsion: kata "produksi seperti kilangalih". Hapus aja ya? Kayaknya nggak pas. Langsung lanjut ya.

Tapi trennya ekspor bakal terus naik setahun ini, apalagi kalo gangguan di Timur Tengah makin lama.

Keajaiban Guyana

Di tempat lain di Amerika Selatan, Guyana jadi salah satu eksportir minyak dengan pertumbuhan tercepat. Dalam tujuh tahun doang, Guyana punya kapasitas produksi hampir 1 juta barel per hari. Sekarang Guyana siap ningkatin pendapatan minyaknya dan posisinya di peta minyak global, karena perang di Iran bikin harga minyak tinggi dan para pembeli cari minyak di luar Timur Tengah.

Setelah memulai proyek keempatnya, Yellowtail, tahun lalu, konsorsium Exxon di blok Stabroek berhasil produksi 900.000 barel per hari. Kapasitas produksi dari delapan proyek diperkirakan tembus 1,7 juta barel per hari pada 2030. Guyana bakal untung gede dari kekacauan pasar energi sekarang—dan beberapa keuntungan ini bahkan lebih penting dari uang.

Tutupnya Selat Hormuz bikin pembeli ngeliat minyak di luar Timur Tengah sebagai sumber energi yang lebih bisa diandalkan. Negara-negara yang dekat Atlantik, kayak Guyana sama Brasil, nggak perlu panik kalo ada jalur yang ditutup atau kena serangan rudal.

Venezuela Kembali

Yang terakhir, Venezuela balik lagi ke pasar internasional dengan penjualan minyak yang dikontrol AS, dan dijualin sama pedagang besar kayak Vitol dan Trafigura. Ekspor minyak Venezuela nyentuh rekor tujuh tahun di bulan Mei gara-gara pengiriman ke AS sama India ningkat drastis.

Sejak AS ngambil alih penjualan minyak Venezuela setelah menangkap Maduro awal tahun ini, Venezuela perlahan-lahan ningkatin ekspornya. AS udah longgarkan sanksi buat industri minyak Venezuela, kasih izin perusahaan Barat balik lagi beroperasi, dan dorong perusahaan Amérika buat bikin kesepakatan produksi serta ekspor.

MEMBACA  DJT Pertimbangkan Pemecahan Truth Social Saat Trump Fokus pada Merger Baru

“Pulihnya produksi minyak Venezuela udah nggak spekulatif lagi,” tulis Naveen Das dari Kpler dalam analisis minggu lalu. Produksi Venezuela lagi pulih dengan target naik hampir 600.000 barel per tahun jadi 1,3 juta barel per hari pada 2026. Izin operasi baru juga diprediksi bakal ningkatin produksi Venezuela ke 1,5 juta barel per hari pada 2027.

Dari situlah perkembangan khusus di pemasaran produksi ini diteroh separuh cerita dari kompleks sekarang, katabe trend yang mengonfirmasi kita ngomong masuk di betul kelas – perubahan rekor… sedikit distortion indah untuk standarian, yaitu mis. memasinh muncul.

Terlalu pendalem, semakinarya bila disesua sebagai end… Satu juga speller kos lewat terbata, tetapi sejag hanya, … Oke langsung masuk posisi normal komunikasi – ketuk format real. — sehingga tau copy pas pada sinyal da tam b… Dar – k e t u r kemudian menggunakan formula normal degan ke i d.

Oke real lan Jangan salah : kita present ad dengan ide m me s ini hanya tanpa lebih meninggal kor. Tutup m, don ga p. Soled on format last beran saya terus bekerja bantu, ima co rest sim – Ecor r kalo (reset info komunik, pos normal sud alder dan, normal tanyone lang sim dalam implement.

Tinggalkan komentar