Perusahaan Boston Beer sudah turunkan target keuntungan untuk 2026, karena mereka harus bayar biaya hukum bulan lalu.
Pada bulan April, perusahaan pembuat bir Samuel Adams ini ternyata harus bayar denda lebih dari $175 juta gara-gara masalah kontrak kemasan di Amerika. Pengadilan di Illinois sudah memutuskan pihak supplier kemasan, Ardagh Metal Packaging USA Corp, menang.
Ardagh bilang Boston Beer gagal—atau akan gagal—beli kaleng aluminium dalam jumlah minimal yang sudah disepakati dari 2021 sampai 2025.
Dalam laporan kuartal pertama kemarin (30 April), Boston Beer ngomong sudah keluar biaya hukum “sebesar $175,5 juta dan bunga pra-penghakiman sebesar $36,5 juta karena putusan 6 April 2026, yang memperintahkan bayar ganti rugi ke supplier.”
Boston Beer juga bilang “bunga pra-pengakiman” masih belum ditetapkan “dan hasilnya bisa dari nol sampai $36,5 juta.”
“Selain biaya ganti rugi dan bunga, perusahaan juga catat biaya hukum $4 juta di lini administrasi umum, membuat total menjadi $216,0 juta sebelum pajak atau $15,52 per saham yang ter delusi,” jelas mereka.
Untuk kuartal pertama, Boston Beer catat kerugian GAAP per saham ter delusi sebesar $13,88, setelah ngitung biaya hukum. dari $15,52 per saham.
Grup ini sudah anggarkan biaya hukum per saham di perkiraan setahun ke depan untuk laba per berdasarkan GAAP.
Untuk 2026, perusahaan sekarang perkirakan kerugian GAAP EPS antara $7,02 sampai $5,02, sebelumnya pernah meramal untung antara $8,50 sampai $11,00.
Boston Beer masih bilang mereka tidak langgar kontrak dengan Ardagh “dan berencana pakai semua proses pasca-vonis serta upaya hukum naik banding.”
Di kuartal satu, perusahaan lihat pendapatan bersih turun 4,4% menjadi $433,9 juta, karena volume turun.
Boston Beer juga turunkan perkiraan untuk pengiriman dan penjualan. Sebelumnya mereka ramal “stabil sampai kurang pertengahan digit,” sekarang jadi “anjlok maksimal setenggah digit.”
Untuk kuartal satu sampai 28 Maret, volume angkut turun 6,9% dibanding tahun lalu ke 1,6 juta barel.
Penurunan ini karena “perbandingan agak sulit karena distributor tumpuk stok untuk inovasi Sun Cruiser dan Truly Unruly di kuartal pertama” dan “level stok distributor yang turunan sedikit.”
Grup Masi imiH kiriman sepertiga tahun pertama turun di “bagian paling rendah perkiraan volume setahun” dan nanti “enak lagi kiriman di ujung tahun.”
“Hari ini kami kecil saja mempersempit rentang perkiraan, untuk gerakk in volument luru TAMtangan Biyayah nanagEpat,” kata CFO Diego Reynoso.
“Kami terus ngirimkin mnairjin kata