Belum lama ini, Bitcoin (CRYPTO: BTC) sedang naik daun. Mata uang kripto ini mencapai harga tertinggi sepanjang masa di $126.210 pada bulan Oktober tahun lalu, tetapi sejak itu turun 53%.
Tidak ada satu jawaban sederhana mengapa harga jatuh, tapi yang jelas adalah investor sudah pergi untuk mencari tempat yang lebih baik untuk menaruh uang mereka. Pertanyaan besarnya adalah apakah Bitcoin akan mengikuti pola masa lalunya, yaitu turun besar lalu naik lagi dan melewati rekor sebelumnya.
Banyak investor sudah kehilangan kepercayaan pada Bitcoin
Banyak faktor terjadi bersamaan, yang membuat investor kehilangan kepercayaan pada Bitcoin. Suku bunga tinggi, banyak uang keluar dari ETF Bitcoin, ketidakstabilan geopolitik, dan penjualan Bitcoin oleh pemegang besar seperti Strategy, semuanya ikut berpengaruh.
Lalu ada perubahan arah ke kecerdasan buatan. Ketika perusahaan teknologi mulai fokus ke AI — dan banyak yang mengalami lonjakan penjualan serta keuntungan — banyak orang sadar bahwa perusahaan teknologi bisa memberi hasil besar dan menawarkan tempat yang lebih menarik untuk investasi daripada mata uang kripto.
Tapi penggemar Bitcoin yang fanatik masih ada. Ark Investment Management punya Cathie Wood percaya Bitcoin bisa bernilai sekitar $750.000 pada tahun 2030. Kepala riset aset digital VanEck, Matthew Sigel, baru-baru ini mengatakan Bitcoin bisa mencapai $1 juta dalam beberapa tahun ke depan. Manajemen Strategy bahkan berkata satu Bitcoin bisa bernilai $21 juta pada tahun 2045.
Itu semua hanya perkiraan, tentu saja, dan setiap pendukung Bitcoin punya cara sendiri untuk sampai pada kesimpulan harga tinggi seperti itu.
Namun, ada satu hal yang hilang dari cerita-cerita itu: Bitcoin tidak perlu mencapai harga setinggi itu untuk bikin investor untung.
Kenapa sekarang bisa jadi waktu yang baik untuk mulai membeli Bitcoin sedikit-sedikit
Tidak ragu bahwa harga Bitcoin sudah sangat naik turun, dan mungkin akan terus begitu. Ini bukan hal baru untuk Bitcoin. Nilainya sudah naik turun jauh beberapa kali sebelumnya, seperti yang terlihat dari grafik harga Bitcoin selama 10 tahun terakhir.
Puncak dan lembah di grafik itu mewakili berbagai faktor positif dan negatif untuk Bitcoin, tapi yang jelas adalah meskipun setelah penjualan besar, Bitcoin tetap naik nilainya secara signifikan. Meskipun volatile, Bitcoin masih naik 67% dalam lima tahun terakhir.
Satu hal yang tidak berubah dari Bitcoin di tengah naik turun harga ini adalah pasokannya terbatas — maksimal 21 juta koin — dan kelangkaan itu biasanya bikin investor membeli Bitcoin setelah aksi jual besar.
Jika kamu menggabungkan ide kelangkana itu dengan katalis potensial lain, seperti suku bunga lebih rendah, ekonomi yang sedang boom, dan lebih banyak penerimaan dari investor institusi, nilai Bitcoin bisa mulai naik lagi dalam waktu dekat.
Tidak ada jaminan itu akan terjadi, tapi grafik di atas menunjukan bahwa penurunan di masa lalu biasanya diikuti oleh kenaikan harga. Jika kamu bisa tahan dengan volatilitas yang tinggi dan percaya bahwa kelangkana Bitcoin memberi nilai tertentu, memanfaatkan harganya yang relatif rendah sekarang mungkin adalah langkah yang cerdas.