Aliran Minyak Melalui Hormuz Butuh Waktu Pulih, Ujar Bank-Bank

18 Juni (Reuters) – Pemulihan aliran minyak lewat Selat Hormuz dan produksi minyak ssetelah kesepakatan damai sementara antara AS-Iran akan memakan waktu, mungkin beberapa bulan, kata analis dari dua bank.

Pengiriman lewat selat itu, yang dilalui sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia, terganggu selama konflik Iran, membuat harga minyak naik tajam. Minyak Brent sempat mencapai $126 per barel pada April, level tertinggi dalam empat tahun.

Goldman Sachs bilang mereka perkirakan ekspor Teluk Timur Tengah akan normal kembali ke level sebelum perang pada akhir Juli, dan produksi minyak mentah akan pulih pada Oktober.

Meskipun ketersediaan kapal bukan masalah besar untuk ekspor, sikap hati-hati dari pemilik kapal bisa membatasi pengiriman, kata mereka.

“Kita lihat keengganan risiko dari pengirim sebagai potensi masalah untuk aliran minyak, bersama dengan tujuan geopolitik Iran dalam negosiasi perjanjian nuklir 60 hari ke depan,” kata bank itu dalam laporan 17 Juni.

BNP Paribas bilang bahkan dalam skenario terbaikpun butuh beberapa bulan untuk aliran minyak normal, dan ini perlu produsen untuk mengembalikan sekitar 12 juta barel per hari dari produksi yang ditutup.

Bank of America bilang membersihkan ranjau mungkin butuh berbulan-bulan, bukan berhari-hari, karena tantangan logistik, dan menambahkan pasar minyak bisa tetap defisit sampai kuartal keempat 2026.

Harga minyak sudah turun sejak kesprekatan AS-Iran, dengan Brent diperdagangkan sekitar $77,16 per barel pada pukul 1403 GMT Kamis, karena kesepakatan itu meredakan kekhawatiran tentang pasokan yang ketat dalam jangka panjang.

(Dilaporkan oleh Anushree Mukherjee di Bengaluru; Disunting oleh Alex Lawler dan Jan Harvey)

MEMBACA  Eksekutif Mastercard mengatakan agen AI yang membantu Anda melakukan pembelian selanjutnya bisa menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah penipuan senilai $750 juta dalam belanja online.

Tinggalkan komentar