Bentley Systems, Incorporated (NASDAQ:BSY) adalah perusahaan perangkat lunak infrastruktur yang menurut analis memiliki potensi kenaikan yang bagus. Perusahaan ini masuk dalam daftar saham teknologi yang jarang dilirik tapi layak diinvestasikan sekarang. Beberapa laporan terbaru menyebut Bentley sebagai pilihan defensif yang langka di tengah persaingan ketat dengan AI.
Pada 18 Juni 2026, analis BNP Paribas, Andrew DeGasperi, mulai memberikan rating “Outperform” untuk Bentley Systems dengan target harga $40. Dia bilang perusahaan ini punya pertahanan kuat dibandingkan model AI terbaru. DeGasperi menunjuk rendahnya penetrasi perangkat lunak di pasar utama Bentley, seperti infrastruktur sipil, energi, dan pertambangan sumber daya. Selain itu, persaingan di area ini juga terbatas.
Pendapat yang sama datang dari BofA, yang kembali memberikan rating “Beli” untuk Bentley Systems dengan target harga $40, naik dari rating sebelumnya “Netral”. Menurut BofA, Bentley adalah pilihan defensif terhadap AI. Mereka bilang nilai premium saham Bentley didukung oleh hambatan struktural seperti kepatuhan yang sudah tertanam, alur kerja yang pasti, dan persyaratan regulasi.
Saham Bentley Systems (BSY) sudah turun hampir 20% sepanjang tahun 2026. Namun sekitar 80% analis yang meliput saham ini masih optimis atau bullish.
Bentley Systems mengembangkan perangkat lunak teknik untuk infrastruktur. Perusahaan ini menawarkan solusi perangkat lunak terintegrasi yang digunakan di berbagai bidang profesi, sektor infrastruktur, lokasi geografis, dan tahapan siklus infrastruktur.
Kami akui BSY memang punya potensi, tapi kami yakin ada saham AI lain yang punya potensi kenaikan lebih besar dan risiko lebih rendah. Jika Anda mencari saham AI yang sangat murah dan bisa diuntungkan dari tarif era Trump serta tren onshoring, cek laporan gratis kami tentang saham AI jangka pendek terbaik.
BACA JUGA: 33 Saham yang Diperkirakan Dapat Berlipat Ganda dalam 3 Tahun dan 15 Saham yang Bisa Membuat Anda Kaya dalam 10 Tahun.
Pengungkapan: Tidak ada. Ikuti Insider Monkey di Google News.