Akankah Masa Depan Pekerjaan Gen Z Terkait dengan Luar Angkasa?

Di beberapa hal, anak muda dapet bagian yang paling susah di revolusi AI, dan ini gak ada tanda-tanda melambat. Sebuah studi dari Stanford University tahun lalu nunjukin AI punya dampak “yang besar dan gak seimbang” buat pekerja entry-level di AS, bikin masalah baru gimana generasi berikutnya bisa dapain pekerjaan di pasar kerja.

Tapi buat yang khawatir sama masa depan kerja, para profesional muda perlu liat yang lebih besar—bahkan sampe ke langit. Soalnya, teknologi yang sama yang bisa merubah pekerjaan tradisional justru bisa percepat industri baru mulai dari wisata ruang angkasa sampe penjajahan planet.

Ini adalah masa depan yang banyak miliarder, termasuk Sam Altman, Elon Musk, dan Jeff Bezos, bukan cuma merangkul tapi juga bikin kemungkinan lewat inovasi mereka: Pekerjaan yang paling aman—dan paling menguntungkan—masa depan mungkin gak di Bumi sama sekali.

Sam Altman: Lulusan tahun 2035 bakal menjelajahi tata surya

Sam Altman terkenal sebagai CEO OpenAI (perusahaan di belakang ChatGPT), tapi dia juga ikut dalam daftar miliarder yang yakin sama kehidupan di luar angkasa. Bahkan, dia bilang dia percaya anak muda sepuluh tahun dari sekarang mungkin bakal ninggalkan karier di Bumi lebih memilih tata surya yang lebih luas.

“Tahun 2035, mahasiswa yang lulus, kalo mereka masih kuliah, bisa aja berangkat misi untuk jelajahi tata surya pake pesawat luar angkasa, kerjaan baru yang keren, super digaji, dan super menarik,” kata Altman ke jurnalis video Cleo Abram di tahun 2025.

Pekerjaan ini bakal bikin lulusan Gen Alpha dapet gaji super tinggi, dan juga mereka bakal “kasihan sama kita yang harus ngerjain kerjaan lama yang membosankan, dan semuanya lebih baik.”

MEMBACA  Vistra Corp. (VST) Alami Tren yang "Belum Terjadi Sejak Tahun 90-an," Kata Jim Cramer

Dan walopi ramalannya berani, perkembangan AI yang cepet banget udah ningkatin kecepatan inovasi dan bakal bantu selesaikan masalah terbesar masyarakat, termasuk, gimana caranya untuk hidup di luar angkasa.

Elon Musk: Manusia di Mars paling cepet 2028

Elon Musk, CEO Tesla atau orang terkaya di planet, udah sendiri jadi salah satu pemimpin paling berpengaruh di abad ke-21 untuk ruang angkasa. Lagi pula, dia adalah pendiri Samsung CEO SpaceX, yang kerja sama sama NASA untuk majuin eksplorasi ruang angkasa.

SpaceX punya beberapa kegagalan sendiri, termasuk bulan Agustus 2025 ketika roket Mars tes ditunda. Tapi Musk optimis roket Mars tanpa awak bakal mulai secepat 2026, dengan penerbangan kru pertama di 2028.

“Saya ingin mati di Mars, asal jangan menabrak,” kata Musk pada 2013.

Jeff Bezos: Luar angkasa akan lebih besar dari paket

Jeff Bezos mulai Amazon di garasi sebagai toko buku online. Lebih dari tiga dekade, dia bangun jadi usaha e-commerce dan layanan data sebesar $2,8 triliun, dan dia catat nilai berseng banyak sampe $250 miliar lebih.

Bagaimanapun, dia harap perusahaan teknologi ruang angkasa dia yaitu Blue Origin nantinya bikin dia lebih sukses daripada itu.

“Menurut sayah ini akan jadi bisnis terbaik yang pernah saya ikui, tapi butuh waktu sedikit,” katanya saat New York Times’ DealBook Summit aau di tahun 2024.

Sibaya, di umur 62 tahun, ini paling ngasih sinyal perjalanan luar angkasa bakal jadi kenyataan umum di hidup dia. Tujuan perusahaan adalah “masa depan gimana jutaan orang bakal main kerja di luar angkasa punya fokus tunggal kita: mengembalikan” bumi.”

Sekarang, perusahaan terkenal ama aransi kebuang (tourism, spaces).].

MEMBACA  Algoritma TikTok akan Dioptimalkan Berdasarkan Data Pengguna AS Setelah Kesepakatan dengan Trump

Diketag bebas unt… Seri…,Tama menampak orang dari pada jeung…filling=”

Tinggalkan komentar