FRANKFURT, 4 Maret (Reuters) – Makin banyak perusahaan yang pake kecerdasan buatan mungkin bisa buat lapangan kerja baru di zona euro, bukan menghancurkan kerja seperti yang ditakutkan banyak orang. Begitu menurut tulisan di blog Bank Sentral Eropa hari Rabu.
Para ahli ekonomi udah debat apakah AI bisa bikin pegawai kantoran kehilangan pekerjaan. Studi terbaru dari Ifo Institute di Jerman nemuin bahwa lebih dari seperempat perusahaan Jerman perkirakan AI bakal bikin pengurangan karyawan dalam lima tahun ke depan.
Tapi Survei ECB soal Akses Keuangan Perusahaan nemuin bahwa perusahaan yang banyak pake AI justru lebih mungkin nambah staf dalam waktu dekat.
“Dengan kata lain, perusahaan yang intensif pake AI cenderung, rata-rata, merekrut bukan memecat,” kata tulisan blog itu, yang belum tentu nunjukin pandangan resmi ECB.
Perusahaan yang rencanain investasi di AI juga lebih mungkin punya ekspektasi positif untuk pertumbuhan lapangan kerja ke depannya, menurut blog tersebut.
“Ini benar terlepas dari besarannya rencana investasi AI dan menunjukkan bahwa jeda dalam perekrutan karena investasi di teknologi AI juga kecil kemungkinannya dalam setahun ke depan,” tulis blog yang dibuat oleh dua ekonom staf ECB.
Tapi, pandangan ini bisa berubah dalam jangka panjang, kata penulisnya. Kebanyakan survei yang lebih pesimis mencakup jangka waktu yang lebih panjang dari pertanyaan ECB sendiri. Pandangan bisa berubah begitu AI mulai mengubah proses produksi secara signifikan.
(Pelaporan oleh Balazs Koranyi; Penyuntingan oleh Andrew Heavens)