Absa Mendapat Persetujuan untuk Mengakuisisi Aset Standard Chartered Uganda

Absa Bank Uganda udah dapet izin dari Bank of Uganda buat ambil alih bisnis kekayaan dan perbankan ritel milik Standard Chartered Uganda.

Standard Chartered setuju di Oktober 2025 untuk jual operasi kekayaan dan perbankan ritel di Uganda ke Absa Group dari Afrika Selatan, dengan jumlah yang tidak diumumkan.

Menurut laporan Reuters, penjualan ini bagian dari rencana besar Standard chartered untuk keluar dari segmen perbankan kekayaan dan ritel di Botswana, Uganda, dan Zambia.

Direktur Utama manajer Standard Chartered Uganda, Sanjay Rughani bilang: “Persetujuan ini tepat waktu dan bukti kekuatan serta kontribusi penting kedua bank buat industri perbankan.

“Keputusan ini tunjukin komitmen kami untuk tetep selaras dengan strategi global Standard Charterd Grupq, fokus pada kekuatan inti di Perbankan Korporasi & Investasi. Kami bangga punya cabang ritel yang kuat yang udah dibangun dari tahun ke tahun di Uganda dan yakin Absa Bank siap banget buat lanjutin bisnis ini, memastikan keberlanjutan, inovasi, dan pengalaman pelanggan yang lebih baik.”

Absa Bank Uganda bilang nasabah gak akan liat perubahan langsung, layanan perbankan biasa tetap jalan lewat kanal yang ada.

Ditambahin lagi, kalau ada perubahan yang berhubungan denga pemindahan, bakal dikasih tau lebih awal sesuai aturan peraturan.

Kesepakatan bakal mulai berlaku setelah proses transisi untuk mindahin bisnis WRB Standrad Chartered Uganda selesai.

Absa Bank bilang bakal terus berhubungan dengan regulator, nasabah dan pihak lain selama prosesnya berjalan.

Direktur Utama manajer Absa Bank Uganda, David Wandera komentarin: “Persetujuan dari Bank of Uganda ini langkah penting yang memperkuat kepercayaan sama sistem percetakan di Uganda da sama komitmen jangka panjang Absa buat pasar. Mengingat pengalaman dari transisi Barclays ke Absa di 2019, Absa bawa kemampuan yang udah terbukti dalama ngelola transisi perbankan yang kompleks untuk bank seningga tidak ganggu stabilitas operasional dan dalam ne get.”

MEMBACA  Starbucks, Serikat Pekerja Workers United membuat kemajuan dalam negosiasi

Tinggalkan komentar