Dengan harga rumah dan suku bunga yang terlihat sangat tinggi, membeli rumah mungkin seperti mimpi yang jauh buat kamu. Tapi kalau kamu serius mau punya rumah, waktu terbaik untuk persiapan adalah sekarang. Menjadi siap dan benar-benar mengerti apa yang diperlukan untuk punya rumah itu kunci penting.
Ini adalah tujuh cara untuk mendekati mimpimu.
Cek Juga: 3 Tanda Kamu Sudah ‘Sukses’ Secara Finansial, Menurut Influencer Keuangan Genesis Hinckley
Baca Ini: 9 Cara Berusaha Sedikit Untuk Dapat Penghasilan Pasif (Bisa Dimulai Minggu Ini)
Skor kredit kamu adalah faktor besar untuk lender setuju berikan hipotek dan suku bunga yang kamu dapatkan. Bahkan sedikit peningkatan di skor kredit bisa menghemat ribuan dollar dalam bunga selama masa hipotek.
Untuk mulai, ambil laporan kredit dari tiga biro kredit. Kamu bisa lakukan ini gratis di AnnualCreditReport.com. Lihat faktor apa yang pengaruhi skor dan jika ada kesalahan, pastikan untuk membantahnya.
Beberapa hal yang harus dilakukan mungkin termasuk mengurangi saldo kartu kredit, terus bayar tagihan tepat waktu, dan hindar mengajukan pinjaman baru saat waktunya minta hipotek. Karena perlu waktu untuk lihat peningkatan di skor kredit, beri dirimu cukup waktu untuk langkah ini.
Untuk Kamu: Saya Penasihat Keuangan: Klien Terkaya Saya Semua Lakukan 3 Hal Ini
Menurut Zillow, kebanyakan orang perlu bayar sekitar 2% sampai 5% untuk biaya penutupan. Itu belum termasuk uang muka, yang bisa sekitar 3% sampai 20% dari harga beli rumah untuk kebanyakan pinjaman. Contohnya, kalau beli rumah $350,000, uang muka bisa dari $10,500 sampai $70,000. Biaya penutupannya bisa antara $7,000 sampai $17,500.
Walau terdengar banyak, mulai dari yang kecil. Bahkan tabungan sedikit tapi konsisten akan bertambah seiring waktu. Pertimbangkan untuk simpan tabungan di rekening terpisah supaya bisa lihat perkembangannya.
Faktor lain untuk pemberi pinjaman adalah rasio hutang-pendapatan (DTI). Itu adalah persentase dari pendapatan kotor kamu yang dipakai untuk bayar hutang. Semakin tinggi DTI, semakin terlihat kamu mungkin terlalu terbebani untuk ambil pinjaman lain. Pemberi pinjaman biasanya mau DTI di atau di bawah persentase tertentu.
Kalau perlu turunkan DTI, usahakan untuk bayar hutang dan jaga saldo tetap rendah. Atau, kamu juga bisa coba tingkatkan pendapatan.
Pemberi pinjaman hipotek ingin pastikan kamu punya cukup pendapatan untuk bayar pinjaman. Biasanya, mereka ingin lihat kamu punya pendapatan yang stabil selama setidaknya dua tahun, misalnya dari pekerjaan.
Kalau kamu wiraswasta, mungkin perlu kasih lebih banyak dokumen. Luangkan waktu untuk kumpulkan laporan laba rugi, formulir pajak, dan dokumen lain yang tunjukkan kamu punya kemampuan untuk ambil hipotek.
Melihat pengeluaran bisa bantu kamu temukan cara untuk berhemat. Atau setidaknya lihat berapa banyak kamu sekarang keluarkan untuk biaya perumahan dan gunakan itu sebagai patokan setelah kamu dapat rumah.
Kalau ada kesempatan untuk berhemat, pertimbangkan untuk gunakan uangnya untuk dana rumah, baik untuk biaya penutupan, uang muka, atau biaya pindah.
Selain lihat jenis pinjaman yang bisa kamu dapat, pertimbangkan untuk lihat agensi pemerintah lokal atau organisasi nirlaba. Tempat-tempat ini mungkin tawarkan hibah untuk pembeli rumah pertama kali atau jenis pinjaman lain yang bisa bantu tutupi biaya penutupan atau uang muka.
Tahu pilihan apa yang ada dari awal bisa bantu kamu sesuaikan tujuan menabung dan kebiasaan finansial untuk berada di jalan terbaik punya rumah.
Melihat suku bunga yang mungkin kamu dapat dari beberapa pemberi pinjaman bisa bantu kamu lihat berapa harga rumah yang mampu dibeli dan suku bunga serta syarat terbaik yang bisa kamu dapat berdasarkan profil finansial kamu. Pertimbangkan untuk dapat pra-kualifikasi dan bantu kamu tetapkan target yang realistis untuk lihat apa yang perlu disiapkan untuk beli rumah.
Artikel ini awalanya muncul di GOBankingRates.com: 7 Langkah Uang Untuk Dilakukan Sekarang Jika Kamu Mau Beli Rumah di 2026