3 Pertanyaan Wajib bagi CEO Pasca PHK Dramatis Jack Dorsey di Block

Orang yang pernah kerja di perusahaan Amerika, pasti tau kalo ada PHK. Tapi pengumuman dari CEO Block, Jack Dorsey, minggu lalu bikin banyak orang kaget. Dia PHK 40% karyawan perusahaanya. Padahal, itu perusahaan teknologi yang sehat dan tumbuh, tapi malah potong hampir setengah pekerjanya. Setelah tweetnya keluar, saham perusahaan induk Square, Cash App, dan Afterpay naik hampir 17% di hari Jumat. Tindakan Dorsey ini bikin debat baru tentang dampak AI pada pekerjaan. Tiga pertanyaan penting muncul, yang harus ditanyakan setiap CEO sekarang:

Apakah AI itu pemicu atau alasan buat PHK?

Dorsey bilang kalau bisnisnya kuat dan “alat kecerdasan” mengubah cara kerja. Dia akui dulu pernah hire terlalu banyak orang saat Covid, tapi masalah itu sudah diselesaikan dua tahun lalu. Dia kasih angka, targetnya profit per orang lebih dari $2 juta, bandingin dengan $500 ribu di tahun 2019-2024. Pakar kepemimpinan Stephen Miles puji langkah ini dan bilang Dorsey berani, menunjukkan kepercayaan diri bahwa perusahaan bisa lebih baik dengan lebih sedikit orang.

Lebih baik PHK besar sekaligus atau bertahap?

Dorsey klaim lebih baik PHK besar satu kali karena PHK berulang hancurkan semangat kerja. Dia benar soal itu. Tapi, PHK besar juga bisa jadi keputusan yang kurang tepat. Lihat saja X (dulu Twitter) di bawah Elon Musk, yang PHK banyak orang tapi akhirnya hire kembali sebagian. Perubahan besar butuh proses baru, budaya, dan strategi yang sulit. Block sendiri juga pernah lakukan PHK berulang dan habiskan $68 juta untuk acara perusahaan dengan Jay-Z. Jadi, apakah Dorsey sudah punya semua jawabanya?

Kalau PHK karena AI, model bisnis baru nya apa?

Pengumuman PHK biasanya fokus ke siapa yang dipecat, tapi yang penting juga lihat siapa yang tetap dipekerjakan. Apakah kebanyakan orang teknis? Atau orang dengan soft skills dan hubungan yang sulit diganti? CEO ServiceNow, Bill McDermott, kirimkan sebuah brief tentang “blueprint for agentic business”. Isinya: ketika kecerdasan melimpah, yang langka adalah konteks perusahaan, tata kelola, dan infrastruktur untuk eksekusi. Ini tidak berarti butuh lebih banyak orang, tapi menunjukkan bahwa PHK besar tidak selalu berjalan sesuai rencana.

MEMBACA  Pembawa Acara Talk Show Jepang Membuka Jalan Bagi Gender-nya, dan Sekarang, untuk Usia Panjang-nya

Ikuti kami di Fortune Workplace Innovation Summit 19–20 Mei 2026 di Atlanta. Era baru inovasi tempat kerja sudah datang. Di acara eksklusif ini, pemimpin-pemimpin paling inovatif akan berkumpul untuk eksplor bagaimana AI, kemanusiaan, dan strategi bergabung untuk membentuk masa depan kerja. Daftar sekarang.

Tinggalkan komentar