3 Juta Warga AS KehilanganAsuransi Kesehatan Akibat Berakhirnya Subsidi Obamacare Sepanjang Tahun Terakhir

Di Amerika, sekitar 3 juta orang lebih dikit yang punya asuransi kesehatan Affordable Care Act (ACA) di bulan Februari dibanding taun lalu, menurut data baru pemerintah.

Dalam laporan yang dikeluarkan Jumat, Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS bilang penurunan 13% dari 22,1 juta orang di 2025 ke 19,2 juta taun ini mungkin gara-gara pemerintah makin ketat cegah pendaftaran palsu. Tapi para analis kesehatan bilang ini lebih terkait dengan habisnya subsidi federal mulai 1 Januari, yang bikin biaya premi naik drastis dan banyak orang ga bisa bayar.

"Kita tau banyak orang kehilangan asuransi kesehatan mereka," kata Cynthia Cox, direktur program ACA di KFF. "Ini terjadi pas jutaan orang harus bayar premi naik dua kali lipat atau bahkan lebih."

Data baru ini, yang dikumpul April tapi tunjukkin data Februari, adalah pertama kali pemerintah lihat dampak orang ga bisa bayar premi ke jumlah peserta. Ini karena angkanya udah ngitung setelah masa tenggang pembayaran berakhir.

Perkiraan pemerintah di Januari bilang sekitar 800.000 orang lebih dikit daftar ACA dibanding taun lalu, ini pertama kali daftar turun dalam empat taun terakhir.

Cox bilang KFF perkirakan jumlah peserta program ACA bakal terus turun sampe sekitar 17,5 juta. Ini penurunan besar buat program asuransi bersubsidi buat orang yang kerja tapi ga punya asuransi dari kantor. ACA jadi populer buat pekerja lepas, petani, penata rambut, dan lainnya.

Pertarungan di Kongres soal subsidi ACA taun ini emang sengit. Demokrat minta subsidi dilanjutka, beberapa republik juga setuju. Di sisi lain, biaya naik drastis, dan ini jadi masalah fotal bagi pemilih jelang pemilu November.

MEMBACA  Cramer Perkirakan Kejelasan Rencana Ekspansi United Airlines Usai Laporan Laba

Tinggalkan komentar