3 Alasan Menjual Saham Beyond Meat Sebelum Terlambat

Investasi jangka panjang biasanya adalah cara terbaik untuk dapat keuntungan besar di pasar saham. Tapi sayangnya, beberapa saham tetap saja jelek, tidak peduli berapa lama kamu menunggu perubahannya. Dengan harga saham turun sekitar 99% dari penawaran umum perdana (IPO) di tahun 2019, Beyond Meat (NASDAQ: BYND) jelas masuk ke kategori itu.

Dan walaupun sahamnya kelihatan murah di harga $0.76 per lembar saat ini (turun dari harga tertingginya di $234.90), investor sebaiknya jangan tergoda. Mari kita bahas tiga alasan mengapa saham Beyond Meat bisa turun lebih dalam lagi.

Akankah AI menciptakan triliuner pertama di dunia? Tim kami baru merilis laporan tentang satu perusahaan yang kurang dikenal, disebut “Monopoli yang Penting” yang menyediakan teknologi kritis yang dibutuhkan Nvidia dan Intel. Lanjutkan »

Saham publik ada untuk menghasilkan pendapatan untuk pemegang sahamnya. Dan bahkan perusahaan yang paling digembar-gemborkan bisa jadi tidak relevan jika investor kehilangan kepercayaan pada kemampuan mereka untuk mencapai profit. Laporan keuangan kuartal ketiga Beyond Meat menunjukkan hal-hal bergerak ke arah yang salah.

Pendapatan turun 13.3% dari tahun lalu ke $70.2 juta, terutama karena lemahnya semua saluran penjualan dan keluar dari pasar Tiongkok karena permintaan konsumen rendah. Tapi bisnis AS Beyond Meat juga tidak jauh lebih baik dengan layanan makanan domestik (penjualan ke restoran) turun 27.3% dalam periode itu. Sementara itu, kerugian operasional membengkak dari $30.9 juta jadi $112.3 juta.

Memburuknya pendapatan Beyond Meat adalah tanda bahaya karena perusahaan ini sejarahnya dilihat sebagai saham pertumbuhan yang perlu skala besar untuk untung. Ini jelas tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Dan besarnya kerugian operasionalnya menunjukan kebangkrutan mungkin saja terjadi, walaupun manajemen sudah menyangkal rumor ini.

MEMBACA  Suku Bunga Rekening Pasar Uang Terbaik Hari Ini, 19 Januari 2026 (Raih Hingga 4,1% APY)

Masalah inti Beyond Meat adalah mereka menjual produk yang konsumen tidak terlalu tertarik akhir-akhir ini. Lima tahun lalu, protein nabati lagi tren karena manfaat kesehatan dan kekhawatiran tentang lingkungan — produksi daging sapi saja diperkirakan menyumbang 15% emisi gas rumah kaca global. Dan daging tiruan bisa mengurangi emisi sampai 77%.

Tapi, ini ternyata hanya tren sementara, bukan perubahan selera konsumen yang tetap. Partner restoran awal Beyond Meat, seperti McDonald’s, cepat menghapus produknya di kebanyakan pasar karena penjualan eceran mandek.

Cerita Berlanjut

Ternyata, walaupun konsumen cukup penasaran untuk mencoba daging nabati, mereka tidak cukup terkesan untuk menjadikan produk ini bagian dari hidup sehari-hari. The Washington Post menyebut masalahnya mungkin berkaitan dengan kurangnya keaslian dibandingkan daging asli. Tapi penjelasan lebih sederhana bisa jadi konsumen merasa rasanya tidak enak. Dan itu masalah yang sulit diperbaiki.

Beyond Meat tidak diam saja menghadapi tantangan ini. Di sisi operasional, manajemen melakukan PHK agresif dan pengurangan biaya untuk mengendalikan pengeluaran uang. Dan yang lebih penting, mereka mencoba menarik kembali konsumen dengan mengubah identitas merek mereka.

Bulan ini, perusahaan mengganti namanya dari “Beyond Meat” jadi “Beyond” sambil memperluas produknya dari daging nabati ke termasuk minuman protein. Jika perubahan ini berhasil, ini bisa memberi perusahaan diversifikasi yang sangat dibutuhkan ke pasar yang diperkirakan tumbuh 9.4% per tahun ke $76.56 miliar di tahun 2032.

Tapi, perubahan merek Beyond Meat bisa dianggap sebagai pengakuan diam-diam bahwa pasar daging pengganti tidak punya prospek jangka panjang yang menarik lagi. Investor bisa mengharapkan bisnis inti perusahaan terus menderita dari pertumbuhan negatif dan kerugian besar. Perusahaan juga bisa menghadapi kompetisi besar di pasar minuman protein dari rival yang sudah mapan, seperti Muscle Milk dan OWYN — yang terakhir sudah menarget pasar vegan.

MEMBACA  Shift4 Payments (FOUR) Tetap Jadi Sorotan di Tengah Volatilitas Saham Teknologi Pembayaran

Walaupun Beyond Meat kelihatan sangat murah di harga $0.76 per lembar, masih ada kemungkinan untuk turun lagi.

Sebelum kamu beli saham Beyond Meat, pertimbangkan ini:

Tim analis Motley Fool Stock Advisor baru mengidentifikasi 10 saham terbaik untuk investor beli sekarang… dan Beyond Meat tidak termasuk. 10 saham yang terpilih bisa hasilkan keuntungan besar di tahun-tahun depan.

Contohnya ketika Netflix masuk daftar ini tanggal 17 Desember 2004… kalau kamu invest $1,000 saat rekomendasi kami, kamu akan dapat $514,000!* Atau ketika Nvidia masuk daftar ini tanggal 15 April 2005… kalau kamu invest $1,000 saat rekomendasi kami, kamu akan dapat $1,105,029!*

Perlu dicatat, rata-rata return total Stock Advisor adalah 930% — mengalahkan pasar dibandingkan 187% dari S&P 500. Jangan lewatkan daftar 10 terbaru, tersedia dengan Stock Advisor, dan bergabunglah dengan komunitas investasi yang dibangun oleh investor perorangan untuk investor perorangan.

Lihat 10 sahamnya »

*Return Stock Advisor per 14 Maret 2026.

Will Ebiefung tidak memegang posisi di saham yang disebut. The Motley Fool memegang posisi dan merekomendasikan Beyond Meat. The Motley Fool punya kebijakan pengungkapan.

3 Alasan untuk Jual Saham Beyond Meat Sebelum Terlambat awalnya diterbitkan oleh The Motley Fool

Tinggalkan komentar