Yusril Resaih Gelar Doktor Filsafat di UI, Bahas Pemikiran M Natsir

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berhasil mendapatkan gelar Doktor Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia (UI) Depok. Ia meraih gelar tersebut pada Kamis (2/6/2026).

Dalam disertasinya, Yusril meneliti pemikiran politik Mohammad Natsir tentang hubungan agama dan negara. Ia menggunakan pendekatan penelitian hermeneutika, fenomenologi, dan eksistensial untuk mengkaji topik ini. Yusril belajar program doktor filsafat selama 5 tahun sampai akhirnya lulus sidang di depan para penguji.

Mohammad Natsir dianggap sebagai pemikir yang jenius dalam sejarah Indonesia. Posisinya sejajar dengan tokoh besar lain seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Aidit. Banyak kalangan, baik modernis maupun tradisionalis Islam di Indonesia, mengakui pemikiran Natsir tentang hubungan Islam dan negara.

“Pemikiran Natsir sudah ada sejak ia berumur 20-an tahun. Salah satunya terlihat saat ia berdebat dengan Bung Karno pada 1939,” kata Yusril. “Waktu Bung Karno menawarkan sekularisme ala Turki yang memisahkan agama dan negara, Natsir menentangnya. Kata Natsir, Islam tidak kenal pemisahan antara agama dan negara,” tambahnya.

Salah satu inti disertasi Yusril adalah konsep Theistic Democracy. Menurut Yusril, Natsir menawarkan konsep ini sebagai jalan tengah antara Islam dan sekularisme. Natsir menerima Pancasila sebagai sebuah kompromi, tetapi ia ingin sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dikaitkan pada ajaran agama. Natsir menolak kalau sila itu ditafsirkan secara sekuler di luar agama.

Menurut Natsir, suatu negara harus dibangun di atas dasar konstitusi, demokrasi, HAM, dan keadila. Tapi semua itu tidak lengkap kalau tidak ada pondasi moral dan etika. “Tanpa pondasi moral itu, suatu negara bisa runtuh dengan sendirinya,” kata Yusril.

Konsep ini dianggap sangat penting dan relevan untuk melindungi bangsa di zaman sekarang yang menghadapi isu korupsi dan LGBT.

MEMBACA  Sri Mulyani Reveals Bapanas and Bulog's Involvement in Distributing Jokowi's 10 Kg RiceSri Mulyani Mengungkap Keterlibatan Bapanas dan Bulog dalam Pembagian Beras 10 Kg Jokowi

Sebelum meraih doktor filsafat ini, Yusril sudah menjadi profesor di bidang hukum dan punya gelar Ph.D di ilmu politik.

_Ia ikut campue jrgkr hal dokudan._

Tinggalkan komentar