Jakarta (ANTARA) – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode: WSBP) kembali melakukan pembayaran Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) fase ketujuh pada Maret 2026, senilai Rp109,22 miliar. Ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban kepada kreditor sesuai perjanjian penyelesaian yang sudah disepakati.
Hingga saat ini, WSBP telah menyelesaikan tujuh fase pembayaran CFADS dengan total Rp650,87 miliar kepada kreditor. Pembayaran fase ketujuh terdiri dari beberapa komponen: pembayaran bunga kepada Kreditor Finansial (Bank) sebesar Rp38,24 miliar, pembayaran kupon untuk Obligasi Waskita Beton Precast I & II 2022 sebesar Rp3,51 miliar, serta pembayaran kepada Kreditor Dagang (baik yang aktif maupun former) sebesar Rp67,47 miliar.
Sejalan dengan pemenuhan kewajiban tersebut, WSBP juga melanjutkan aktivitas operasional dan penyelesaian proyek di berbagai daerah. Beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain Proyek Pembangunan Sekolah Umum Sumatera Selatan, Proyek Pembangunan Gedung dan Kompleks DPR 1 di IKN, Proyek Tol Palembang-Betung Seksi 1, Proyek Bendungan Bener Paket II di Purworejo, dan Proyek Pembangunan Tol Akses Patimban Paket II. Perkembangan proyek-proyek ini dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjamin kelangsungan kinerja operasional WSBP.
“WSBP terus memastikan proyek yang berjalan dapat selesai sesuai jadwal dengan mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu,” ujar Fandy Dewanto, Wakil Presiden Sekretaris Perusahaan WSBP.
WSBP tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan dan operasional, yang tercermin melalui efisiensi biaya, optimasi belanja modal, dan penguatan rantai pasok.
WSBP juga berkomitmen untuk menerapkan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh aktivitas bisnis. Hal ini menjadi dasar untuk menjamin keberlanjutan usaha dan memberikan nilai bagi semua pemangku kepentingan. Semua langkah yang diambil WSBP merupakan bagian dari upaya menjaga disiplin tata kelola, menerapkan manajemen risiko yang terukur, dan memastikan pemilihan proyek dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan aspek pembiayaan yang sehat.
Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026