Wisatawan Domestik Indonesia Belanjakan Lebih Besar Daripada Turis Asing

Wisatawan domestik terus memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi lokal melalui belanja produk buatan lokal dibandingkan wisatawan mancanegara. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat senior di Kementerian Pariwisata RI, Rabu.

Masruroh, Staf Ahli Menteri untuk Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, mengatakan bahwa wisatawan nusantara merupakan sumber belanja terbesar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

“Saya tetap yakin bahwa wisatawan domestik membelanjakan lebih banyak uang untuk produk UMKM lokal dibandingkan wisatawan asing,” kata Masruroh di sela-sela Dialog Keuangan Syariah di Jakarta.

Menurutnya, perjalanan wisata domestik menjadi penggerak utama kegiatan ekonomi daerah. Hal ini menciptakan jutaan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan pemerintah daerah, di luar devisa yang dihasilkan dari pariwisata internasional.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, wisatawan domestik menyumbang sekitar Rp1.954 triliun (sekitar US$120 miliar) dalam pengeluaran pariwisata. Angka ini merupakan bagian yang signifikan dari total konsumsi pariwisata nasional.

Masruroh menjelaskan bahwa belanja untuk transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, serta oleh-oleh langsung menguntungkan bisnis di destinasi wisata. Dengan begitu, uang bisa beredar antar daerah di seluruh negeri.

Tingkat hunian hotel yang lebih tinggi dan meningkatnya aktivitas restoran juga menambah pendapatan pemerintah daerah, seperti pajak hotel, restoran, dan hiburan.

“Wisatawan asing memang sangat terlihat karena salah satu indikator kinerja utama kita adalah penerimaan devisa yang dihitung dari jumlah kunjungan, lama tinggal, dan belanja mereka selama di Indonesia. Meskipun pariwisata domestik tidak membawa uang dari luar negeri, pariwisata ini mendistribusikan pendapatan dari satu daerah ke daerah lain,” katanya.

Masruroh menambahkan, Indonesia juga terus meningkatkan kualitas sektor pariwisata halal sebagai bagian dari strategi memperkuat posisinya sebagai destinasi ramah muslim terkemuka di Asia. Ia mencatat, ada 19 provinsi di Indonesia dengan populasi Muslim di atas 90 persen, yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan destinasi, produk, serta layanan wisata yang sesuai prinsip pariwisata ramah Muslim.

MEMBACA  HKTDC Undang Perusahaan Indonesia ke Pameran Dagang Hong Kong 2026

Menurut Masruroh, Indonesia dinobatkan sebagai Muslim Destination of the Year dalam Global Muslim Travel Index 2025. Pemerintah berencana memperkuat ekosistem pariwisata halal melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk menambah fasilitas tempat ibadah dan meningkatkan ketersediaan akses layanan makanan ramah halal.

Secara keseluruhan, sektor pariwisata menyumbang 3,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal pertama 2025, berdasarkan data awal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu, sektor ini juga mempekerjakan lebih dari 25,88 juta orang di seluruh Indonesia berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan BPS pada Februari 2025.

Tinggalkan komentar