Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melaporkan bahwa industri pariwisata Indonesia memberikan hasil yang kuat pada tahun 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan akan melampaui target pemerintah yang sebanyak 15 juta orang.
Berbicara di depan Komisi VII DPR pada Rabu, Wardhana mencatat bahwa hingga November 2025, kedatangan wisman telah mencapai 13,98 juta. Angka ini menandakan kenaikan sebesar 10,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ketika BPS menyelesaikan data Desember pada Februari nanti, total kedatangan diproyeksikan mencapai 15,3 juta,” ujarnya.
Wardhana menyoroti bahwa 72 persen pengunjung berasal dari negara-negara yang menjadi sasaran kampanye promosi kementerian. Malaysia menyumbang porsi terbesar, yaitu 17 persen.
Dia mengatakan hal ini mencerminkan keefektifan strategi pemasaran pemerintah.
Menteri menekankan bahwa peningkatan jumlah wisatawan telah menjadi pendorong utama penerimaan devisa.
Pada triwulan pertama hingga ketiga 2025, pendapatan pariwisata mencapai US$13,82 miliar. Angka ini naik 9,42 persen dari periode yang sama di tahun 2024.
Rata-rata pengeluaran per pengunjung berada di angka US$1.259, melebihi target pemerintah sebesar US$1.220.
Wardhana juga menunjuk pada surplus perjalanan sebanyak 5,64 juta trip, di mana kedatangan wisman lebih banyak daripada keberangkatan warga Indonesia ke luar negeri.
Ini, katanya, menunjukkan daya tarik global destinasi Indonesia yang tumbuh dan potensi neraca devisa pariwisata yang lebih kuat.
Pariwisata domestik juga mencatatkan rekor tertinggi. Antara Januari dan November 2025, masyarakat Indonesia melakukan 1,09 miliar perjalanan. Ini merupakan kenaikan 18,95 persen secara tahunan dan yang tertinggi yang pernah dicatat.
“Ini menunjukkan ketahanan pariwisata domestik, yang tetap menjadi tulang punggung sektor pariwisata nasional,” ujar Wardhana.
Ketenagakerjaan di industri pariwisata naik menjadi 25,91 juta pekerja pada 2025, bertambah 910.000 dibandingkan tahun sebelumnya.
Investasi juga meroket, dengan realisasi proyek mencapai Rp53,92 triliun (US$3,18 miliar) pada triwulan ketiga, naik 52,66 persen secara tahunan.
Wardhana menutup dengan menyatakan bahwa Kemenparekraf berhasil menggunakan 95,92 persen dari anggarannya sebesar Rp1,48 triliun pada 2025. Hal ini menggarisbawahi implementasi yang efektif dari program pengembangan pariwisata nasional.
Penerjemah: Adimas Raditya, Raka Adji
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026