Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan sedang menyelesaikan strategi untuk mengelola puncak kedua arus balik mudik pada tanggal 28–29 Maret di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Tujuannya untuk memastikan penyeberangan lancar dan mengurai kemacetan.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan para pemangku kepentingan terkait telah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan strategi menjelang puncak arus balik.
"Kita harus prioritaskan layanan penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk selama arus balik ini. Mekanisme Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) harus dijalankan dengan cepat dan tanpa penundaan, sesuai kondisi lapangan sebenarnya," ujarnya dalam keterangan pada Sabtu.
Sebelumnya, antrean panjang kendaraan sempat terbentuk di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk pada 15 Maret, dilaporkan mencapai puluhan kilometer. Ini terjadi saat para pemudik akan menyebrang ke Ketapang dan meninggalkan Bali menuju kampung halaman menjelang Lebaran.
Dia menjelaskan, hasil evaluasi dari arus mudik sebelumnya memerlukan optimalisasi zona penyangga dan sistem penundaan untuk meringankan antrean kendaraan menuju area pelabuhan.
Menurut Suhanan, zona penyangga untuk kendaraan roda empat dan bus berada di area parkir Gran Watudodol dan Bulusan. Sementara itu, zona penyangga untuk kendaraan barang akan dipusatkan di zona penyangga Sri Tanjung serta area parkir PT Pusri dan Pelindo.
Strategi juga mencakup operasi kapal, dengan jumlah kapal ditingkatkan dari 28 pada kondisi normal menjadi 30 saat periode ramai dan 32 pada puncak permintaan.
"Jika benar-benar diperlukan, jumlah kapal bisa dinaikkan menjadi 35 hingga 40, ditambah dua kapal pendukung dengan kapasitas 60 hingga 80 kendaraan," tambah Suhanan.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, antara H+1 hingga H+3 Lebaran, sebanyak 41.526 kendaraan menyebrang ke Bali. Rinciannya: 24.093 kendaraan roda dua (25 persen), 14.179 kendaraan roda empat (34 persen), 927 bus (20 persen), dan 2.327 truk (17 persen).
ASDP memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+6, atau tanggal 28 Maret 2026.
Berita terkait: Indonesia siapkan langkah lalu lintas jalan untuk lonjakan arus balik Lebaran
Berita terkait: Indonesia catat volume lalu lintas Lebaran tertinggi saat Operasi Ketupat berakhir
Berita terkait: Indonesia lihat perjalanan Lebaran 2026 dikelola lebih baik: Sekretaris Kabinet
Penerjemah: Muhammad Harianto, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026