Warga Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman, Sahroni Minta Polisi Tangkap Otak Kejahatan, Bukan Cuma Anak Buah

Senin, 6 April 2026 – 16:11 WIB

Jakarta, VIVA – Dadang (57), warga Desa Kertamukti, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal dunia setelah dipukuli sejumlah pemuda yang diduga mabuk di pesta pernikahan anaknya, Sabtu 4 April 2026.

Para pelaku meminta uang. Panitia hajatan menawarkan Rp100 ribu, tetapi mereka menolak dengan alasan kurang. Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, menyebut karena pengaruh minuman keras, para pemuda itu marah dan memicu kericuhan.

Mendengar kejadian ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku geram. Ia meminta polisi untuk memberantas premanisme sampai ke akar-akarnya.

“Peristiwa ini menunjukkan pola premanisme yang terorganisir. Ada kelompoknya, ada yang atur, bahkan ada yang berlindung di balik nama organisasi. Ini yang harus ditindak. Polisi harus berani putus mata rantainya dari hulu, jangan cuma kroco lapangan yang ditangkap karena itu tidak akan selesaikan masalah,” ujar Sahroni, Senin 6 April 2026.

Lebih lanjut, Sahroni menilai pemberantasan preman di level bawah tidak akan menyelesaikan masalah di lapangan.

“Kalau yang ditindak hanya pelaku di lapangan, besok akan muncul lagi yang baru dengan pola sama. Akar masalahnya harus diberantas, jaringan dan kebiasaan pungli seperti ini harus dihentikan total agar masyarakat merasa aman di lingkungannya,” kata Sahroni.

MEMBACA  Minimal Dua Tewas dalam Serangan Israel ke Kamp Pengungsi Palestina di Lebanon

Tinggalkan komentar