Warga Keluhkan Proyek Pedestrian Rasuna Said Picu Kemacetan, Ini Tanggapan Pramono

Selasa, 14 April 2026 – 00:30 WIB

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan tanggapan mengenai viralnya protes warga terhadap pembangunan pedestrian di Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang menimbulkan kemacetan.

Pramono menjelaskan bahwa pedestrian di kawasan itu sedang dalam proses penyelesaian. Dia menegaskan bahwa setiap pembangunan pasti akan ada efeknya.

“Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian. Kami sadari memang ada masalah. Karena nggak mungkin bangun trus tidak ada efek,” kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Pramono mengakui bahwa setiap pembangunan pasti memberikan dampak, salah satunya kemacetan seperti yang dikeluhkan masyarakat. Namun, pembangunan harus dilakukan agar kawasan tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih bagus. Efeknya ya seperti itu, harus diatur,” tutur Pramono.

Diketahui, setelah pembongkaran tiang monorel di kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata pedestrian dan memperlebar jalur lalu lintas di sana.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyatakan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan mengusung konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif atau “complete street“.

“Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang punya peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi,” kata Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin.

Mukhlisin mengatakan Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan. Rencana penataan akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan para pemangku kepentingan, untuk memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif, termasuk menjaga ketertiban selama proses pekerjaan,” ucapnya.

MEMBACA  Indonesia Punya Fondasi Kuat untuk Pertumbuhan Ekonomi Biru: Menteri

Menurutnya, pelaksanaan konstruksi berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Untuk itu, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik agar pekerjaan berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang.

“Saya berharap penataan ini dapat membuat wajah Jalan HR Rasuna Said sisi timur lebih representatif, tertata, serta mencerminkan karakter kawasan strategis perkotaan yang modern dan berdaya saing,” ucapnya. (Ant)

Tinggalkan komentar