loading…
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di ibu kota Rusia, Moskow, pada 17 Januari 2025. Foto/anadolu
MOSKOW – Laporan baru dari The Washington Post mengungkapkan bahwa Rusia mungkin telah ikut serta secara tidak langsung dalam perang yang dipicu oleh agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Jika benar, ini bisa menandai peningkatan konflik yang dramatis.
Menurut tiga pejabat yang mengetahui intelijen yang dikutip koran itu, Rusia telah memberikan informasi target ke Iran untuk menyerang pasukan militer AS di Timur Tengah.
Bantuan tersebut dikatakan mencakup lokasi aset militer Amerika yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Sejak perang mulai pada Sabtu, Rusia telah memberikan lokasi aset militer AS kepada Iran, termasuk kapal perang dan pesawat," kata para pejabat itu kepada surat kabar.
Laporan itu menggambarkan dukungan intelijen ini sebagai sesuatu yang berpotensi sangat luas.
"Kelihatannya ini merupakan upaya yang cukup komprehensif," ujar salah satu pejabat.
Jika dikonfirmasi, perkembangan ini akan menjadi contoh pertama dimana saingan utama AS lainnya secara aktif membantu kampanye militer Iran sejak perang dimulai.
Ketika ditanya tentang laporan ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar, sementara Moskow secara konsisten menyebut perang ini sebagai hasil dari agresi Barat, menurut koran tersebut.
Rusia berulang kali menyebut serangan terhadap Iran sebagai "tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan."
Serangan Tepat Iran
Para analis mengatakan bahwa laporan pertukaran intelijen ini bisa membantu menjelaskan meningkatnya ketepatan serangan Iran terhadap target-target AS di seluruh wilayah.
Sejak awal perang, serangan rudal dan drone Iran telah mengenai beberapa posisi AS, fasilitas komando, dan instalasi radar.
Menurut Washington Post, pola serangan Iran menunjukkan tingkat kecanggihan dalam penargetan yang mungkin melebihi kemampuan independen Teheran.