Wakil MPR Desak Standar Kebersihan Ketat untuk Program Makanan Gratis

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Edhie Baskoro Yudhoyono menyerukan agar unit pelayanan gizi di seluruh Indonesia menjaga standar kebersihan dan gizi yang ketat dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Hal ini untuk melindungi kesehatan anak-anak.

“Kita harus pastikan semua bahan makanan higienis dan memenuhi nilai gizi yang tepat. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” kata Yudhoyono dalam pernyataan yang dikonfirmasi pada Minggu.

Ia menekankan, prosedur pencucian dan pengeringan wadah makanan yang digunakan dalam proses distribusi MBG harus diawasi dengan cermat untuk mencegah kontaminasi.

Menurutnya, kebersihan alat makan sama pentingnya dengan kualitas makanannya sendiri dalam menjamin keamanan pangan.

“Tidak hanya makanannya yang harus sehat, tetapi wadahnya juga harus steril. Proses pencucian dan pengeringannya harus diawasi ketat karena ini bagian penting untuk mencegah risiko kesehatan,” ujarnya.

Selama bulan puasa Ramadhan, ia mengingatkan pengelola program bahwa penyesuaian menu makanan kering tidak boleh mengurangi standar yang telah ditetapkan.

“Meski menunya berbeda saat Ramadhan, porsi, kandungan gizi, dan penggunaan anggaran harus tetap sesuai standar. Kita harus hindari kejadian seperti keracunan makanan,” pesannya.

Ia mengatakan pengingat ini perlu karena program MBG adalah inisiatif strategis nasional yang dananya dari pajak masyarakat, sehingga menuntut pelaksanaan yang akuntabel dan optimal.

Secara terpisah, Yudhoyono memuji operasional SPPG Karanglo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dengan mengatakan unit tersebut mendapat umpan balik positif dari masyarakat.

Ia mencatat, para siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu, merespon baik rasa makanan dan ukuran porsi yang memenuhi kebutuhan gizi.

Ia berharap SPPG Karanglo dapat menjadi contoh bagi dapur pelayanan gizi yang profesional dan higienis di seluruh Indonesia.

MEMBACA  Dua Tahun Berlalu, Mungkinkah Perdamaian untuk Gaza?

Ia menambahkan, unit yang dikelola dengan baik juga dapat membantu memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung aktivitas ekonomi daerah, disamping meningkatkan hasil kesehatan anak.

Berita terkait: Hanya 4.535 unit layanan gizi MBG tersertifikasi higienis: pemerintah
Berita terkait: BGN dorong percepatan sertifikasi higienis dapur MBG

*Penerjemah: Rio, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar