Wakil Menteri Soroti Pentingnya Revitalisasi Pendidikan Tinggi

Surabaya, Jatim (ANTARA) – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Fauzan, menekankan perlunya revitalisasi pendidikan tinggi agar universitas bisa meningkatkan kualitas dan relevansinya dalam menanggulangi berbagai masalah sosial.

“Hanya melalui pendidikan yang berkualitas, Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri,” tegasnya dalam Sidang Pleno Dewan Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat.

Fauzan mengatakan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi landasan utama untuk merumuskan rencana pembangunan nasional yang strategis.

Karena itu, revitalisasi peran universitas dianggap sangat penting untuk meningkatkan kualitas, daya terima, dan responsif terhadap dinamika di masyarakat.

Menurut dia, penguatan kelembagaan dan tata kelola Tridharma Perguruan Tinggi harus menjadi panduan utama dalam menjalankan universitas di tengah tantangan nasional maupun global.

“Tidak ada alasan untuk tidak merevitalisasi pendidikan tinggi. Revitalisasi ini butuh dasar yang kuat, khususnya data empiris yang bisa jadi acuan untuk merumuskan kebijakan dan arah pembangunan universitas,” ujarnya.

Dalam paparannya, dia memaparkan bahwa Indonesia saat ini memiliki 4.416 perguruan tinggi dengan 303.067 dosen dan 9.967.487 mahasiswa.

Wakil menteri itu menilai bahwa sektor pendidikan tinggi Indonesia masih menghadapi tiga tantangan utama: kualitas, relevansi, dan akses.

Rasio Partisipasi Kasar (RPK) pendidikan tinggi nasional saat ini sekitar 32 persen, sementara di Jawa Timur tercatat 31,8 persen.

Upaya meningkatkan RPK sudah dilakukan melalui skema beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah, beasiswa pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan filantropi.

Dia mencatat bahwa upaya ini perlu lebih ditargetkan secara strategis pada kelompok yang masih kurang akses ke pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, Fauzan menekankan pentingnya universitas beradaptasi dengan kebutuhan Generasi Z, yang mengharapkan keterampilan yang spesifik dan praktis, koneksi langsung dengan industri, jaminan pekerjaan, serta fleksibilitas dalam sistem pendidikan.

MEMBACA  Desain Peluru di Tapal Batas

Berita terkait: UI eksplorasi kolaborasi akademik strategis dengan universitas di Meksiko

Berita terkait: Kemendikbudristek dan BPOM bermitra dorong inovasi pangan dan obat

Berita terkait: Indonesia dan Perancis tingkatkan kemitraan pendidikan tinggi dan inovasi

Penerjemah: Willi Irawan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar