JAKARTA – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo ngungkapin kalau ancaman keamanan sekarang tuh gak selalu muncul dalam bentuk yang gampang dikenali. Ancaman itu bisa tumbuh pelan-pelan lewat ruang digital, interaksi sosial, budaya visual, sampai informasi yang terus diulang dan bisa mempengarui cara pikir seseorang.
Dia menerangkan hal ini dalam buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” yang dibahas dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri.
Menurut Dedi perubahan pola ancaman harus diikuti sama perubahan cara pikir dan strategi penanganan. “Ancaman sekarang bergerak lebih cepat dari pola penanganan lama. Makannya kita harus bisa baca gejala lebih awal, perkuat pencegahan, dan tingkatin ketahanan masyarakat,” ucap Dedi pada Rabu 20 Mei 2026.
Terorisme selama ini identik dengan jaringan, organisasi, atau aksi yang keliatan. “Gamifikasi kekerasan bakal ngasih pemahaman soal gimana ancaman terbentuk, berkembang, terus bertransformasi di tengah ekosistem digital yang geraknya cepat,” katanya.