Wah! Bareskrim Ungkap 21 Situs Judi Online, Sita Uang dan Aset Senilai Rp96,7 Miliar

Rabu, 7 Januari 2026 – 16:30 WIB

Jakarta, VIVA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil membongkar sebuah jaringan perjudian online (judol) yang sangat besar. Total uang dan aset yang berhasil disita mencapai Rp96,7 miliar.

Pengungkapan kasus ini juga menyoroti praktik judi daring yang beroperasi secara nasional hingga internasional. Brigadir Jenderal Polisi Himawan Bayu Aji, selaku Direktur Tipidsiber, menjelaskan bahwa dari patroli siber ditemukan 10 website judi online. Pengembangan investigasi kemudian mengungkap 11 website tambahan.

Total ada 21 website judol yang dibongkar, termasuk SPINHARTA4, SASAFUN, RI188, ST789, dan lain-lainnya.

“Jenis permainannya ada slot, casino, dan judi bola,” kata Himawan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Dari pengembangan kasus, polisi menemukan aliran dana melalui 11 penyedia jasa pembayaran dan 17 perusahaan fiktif. Perusahaan-perusahaan ini sengaja dibuat untuk memfasilitasi transaksi judi.

“Dari 17 perusahaan, sebanyak 15 digunakan untuk memfasilitasi pembayaran deposit pemain melalui QRIS. Dua perusahaan lainnya untuk menampung dana judol,” jelas Himawan.

Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Satu orang lainnya, berinisial FI, masih dalam pencarian (DPO).

Dari total pengungkapan, Rp59,1 miliar disita dari website judi online. Sementara itu, berdasarkan Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK, disita lagi Rp37,6 miliar dari beberapa rekening bank.

Himawan menambahkan, hingga saat ini 16 laporan sudah diputus pengadilan. Dua laporan lain masih dalam proses penyitaan atau menunggu sidang.

Dengan demikian, total barang bukti uang yang disita mencapai Rp96,7 miliar lebih. Barang bukti ini sempat dipamerkan dalam konferensi pers.

“Pengungkapan ini menunjukan betapa masifnya jaringan judi online. Ini juga jadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada,” tutup Himawan.

MEMBACA  Rancangan Undang-Undang Australia Perketat Pengawasan Platform Aset Digital