Vidi Aldiano Digugat Rp24,5 Miliar: Kronologi Konflik dengan Keenan Nasution

Selasa, 10 Juni 2025 – 00:28 WIB

VIVA – Penyanyi Vidi Aldiano sedang jadi sorotan publik setelah digugat oleh dua pencipta lagu legendaris Nuansa Bening, yaitu Keenan Nasution dan Rudi Pekerti, dengan tuntutan ganti rugi mencapai Rp24,5 miliar. Gugatan ini muncul karena pihak Keenan merasa ada pelanggaran hak cipta atas lagu yang dipopulerkan Vidi sejak awal kariernya.

Baca Juga:
Rossa Nilai Tuntutan Rp24,5 Miliar ke Vidi Aldiano Tidak Masuk Akal

Putra Keenan, Daryl Nasution, mengungkapkan bahwa masalah ini bermula saat nama Keenan tidak dicantumkan sebagai pencipta lagu dalam album debut Vidi Aldiano tahun 2008. Sebaliknya, yang tertulis sebagai penulis lagu adalah VA Records.

“Pencipta lagu tidak pernah bekerja sama dengan VA Records,” kata Daryl.

Baca Juga:
Kontroversi Charly Van Houten, Lepas Hak Royalti Tapi Dikecam Netizen

Daryl menjelaskan, pencantuman nama VA Records memungkinkan label tersebut mengambil hak royalti penuh, termasuk mechanical rights dan performing rights. Ini sangat merugikan pencipta asli lagu.

“VA Records mencantumkan namanya sebagai penulis lagu, padahal jelas bukan karyanya,” tegas Daryl.

Baca Juga:
Charly Van Houten Rela Lepas Royalti, Lagunya Boleh Dinyanyikan Gratis

Pihak Keenan dikatakan sudah mencoba menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tiga kali. Namun, karena tidak ada titik temu, akhirnya mereka mengambil jalur hukum.

Sementara itu, Vidi Aldiano belum memberikan pernyataan resmi. Tapi di akun X-nya, ia mengunggah tulisan emosional yang menyentuh banyak netizen.

“Untuk hidup, yang cuma sementara dan sebentar ini,” tulis Vidi.

Ia juga berharap bisa terus menyayangi orang-orang terdekatnya.

“Untuk yang terkasih, semoga peluk dan sayang ini tetap terjaga selamanya.”

Unggahan ini sebenarnya bagian dari promosi drama musikal Keluarga Cemara yang akan tayang 12 Juni 2025. Vidi ikut membintangi dan mempromosikan lagu berjudul Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya.

MEMBACA  Permainan Paling Sederhana di Dunia dengan Putaran Besar

Meski begitu, banyak netizen yang memberi dukungan.

“Jangan menyerah, bang. Tetap kuat!” komentar salah satu warganet.

Masalah ini pertama kali terungkap saat Keenan diwawancarai Februari 2025. Ia mengaku baru bertemu perwakilan Vidi tahun 2024, padahal lagunya sudah dinyanyikan sejak 2008.

“Dinyanyiin dari 2008, tapi saya baru ketemu manajernya tahun 2024,” kata Keenan.

Saat itu, tim Vidi membawa uang Rp50 juta sebagai tanda terima kasih, tapi ditolak Keenan.

“Nggak saya ambil. Nanti aja kita urusin,” kenangnya.

Keenan menegaskan, masalah ini bukan sekadar uang. Ia kecewa Vidi tidak menghargai pencipta lagu secara langsung.

“Nggak perlu duit, telepon aja gitu. Say hai minimal lah.”

Jika dihitung, royalti yang seharusnya diterima Keenan jauh lebih besar dari tawaran Vidi.

“Berapa tuh, sekian tahun? Hitungannya ada di saya, tapi nggak usah dibahas.”

Halaman Selanjutnya