loading…
Imam Muda TGK Muchtar Andhika. Foto dok Masjid Al Falah Aceh
Imam Muda Tgk. Muchtar Andhika meminta umat Islam untuk menjauhi perbuatan maksiat di malam takbiran. Karena hal itu dapat menodai kesucian malam kemenangan. “Masyarakat Islam silakan bergembira merayakannya dengan takbir keliling, tapi kami minta para pesertanya tetap dalam koridor syariat Islam,” ujar Tgk. Muchtar di Masjid Al-Falah, Aceh, Jum’at.
Menurut dia, selama ini pelaksanaan takbir keliling sering dimanfaatkan oleh pasangan kekasih untuk meluapkan perasaan mereka setelah sebulan berpuasa. Akibatnya, acara takbir kadang jadi ajang untuk berbuat kemaksiatan.
Selain itu, arak-arakan takbiran di jalan raya bisa menyebabkan kemacetan dan rawan kecelakaan. Ini karena para pesertanya seringkali lupa diri saat merayakan malam kemenangan tersebut.
“Selain takbir keliling, cara merayakan malam kemenangan yang baik adalah dengan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid di masjid masing-masing. Dengan begitu, hikmah malam itu bisa lebih terasa,” jelasnya.
Baca juga: Bacaan Takbir Idulfitri Lengkap dengan Artinya
Dia mengatakan, selama ini banyak umat Islam yang salah dalam memaknai perayaan malam kemenangan. Misalnya dengan jalan berduaan bersama pasangan yang bukan mahram di tempat tertentu. Cara seperti ini sudah jelas menodai kesucian malam tersebut.
“Tradisi berboncengan sambil berpelukan dengan pasangan bukan mahram ikut takbir keliling dari desa ke desa sudah jadi pemandangan umum setiap malam takbiran,” ujarnya.
Tak hanya itu, ada juga kelompok pemuda yang merayakan dengan berpesta minuman keras dan mengonsumsi obat-obatan terlarang sampai hilang kesadaran.
Ia berharap masyarakat Islam, khususnya di Aceh dan sekitarnya, dapat menjaga diri dari berbagai perbuatan maksiat di malam takbiran dan seterusnya. Agar kehidupan mereka mendapat ridha dan berkah dari Allah SWT.
Baca juga: Salat Idulfitri, Niat dan Tata Caranya Lengkap
(wid)