loading…
Menag Nasaruddin Umar menyatakan keprihatinannya terkait aksi boikot produk pro-Israel dan AS karena dianggap tidak efektif menyelesaikan konflik Timur Tengah. Foto/Achmad Al Fiqri
JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap gerakan boikot produk yang mendukung Israel dan Amerika Serikat (AS). Menurut beliau, aksi boikot tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Awalnya, ia mengaku pernah mengundang para pengusaha ke Masjid Istiqlal beberapa waktu yang lalu.
Baca juga: MUI Serukan Solidaritas untuk Palestina dan Terus Perkuat Gerakan Boikot Produk Terafiliasi Israel
“Saya sampaikan, undangan saya kepada Bapak-Ibu ke Istiqlal ini bukan untuk meminta, jadi ini bukan acara penggalangan dana. Saya mengajak ke sini untuk memberikan dukungan, karena dunia usaha pada masa itu, ketika ada berbagai aksi boikot terhadap produk-produk yang berhubungan dengan Israel dan Amerika,” ujar Nasaruddin.