Di Magelang (ANTARA) – Umat Buddha menyalakan Lampu Perdamaian dalam perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Mendut, sebelum melanjutkan prosesi ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Seorang bikkhu dari Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia, Dwi Virya, di Magelang pada hari Minggu mengatakan, lampu perdamaian yang menggunakan Api Abadi Mrapen ini melambangkan penerangan batin, doa, dan harapan untuk perdamaian serta keharmonisan bagi semua makhluk.
Para bikkhu dan umat Buddha bergantian menyalakan lampu di halaman Candi Mendut. Cahaya lampu menerangi area candi dan menciptakan suasana kontemplatif menjelang puncak perayaan Waisak.
Hal ini melambangkan semangat kebijaksanaan, welas asih, dan persaudaraan universal dalam nilai-nilai inti ajaran Buddha.
Ini juga merupakan bagian penting dari rangkaian ritual keagamaan yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah.
Ia mengatakan, penyalakan lampu perdamaian memberikan momen untuk berefleksi dan memperkuat tekad untuk menyebarkan kebaikan di masyarakat.
Menurutnya, melalui peringatan Waisak, umat Buddha didorong untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan menciptakan kehidupan yang damai di tenga keberagaman masyarakay Indonesia.
Virya menjelaskan, ini juga sebagai undangan kepada seluruh anggota masyarakat untuk menjaga harmoni dan semagat persaudaraan demi kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
Cahaya lampu ini diharapkan tidak hanya menerangi perayaan Waisak, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menumbuhkan perdamaian, cinta, dan harmoni dalam aktivitas sehari-hari.