loading…
Pangkalan Udara al-Dhafra, situs militer yang digunakan bersama oleh AS, Prancis, dan UEA. Foto/US Air Force/Staff Sgt. Nicholas Rupiper
ABU DHABI – Seorang akademisi dari Uni Emirat Arab (UEA) menyerukan agar kehadiran militer Amerika Serikat di UEA perlu di nilai ulang. Alasanya, negara Teluk tersebut sudah tidak lagi memerlukan perlindungan langsung dari Amerika karena kemampuan pertahananya yang semakin kuat.
Dr. Abdulkhaleq Abdulla, seorang profesor ilmu politik, menyatakan dalam laporan Reuters pada Selasa (21/4/2026), bahwa UEA telah membuktikan kemampuannya untuk bertahan secara efisien selama serangan Iran baru-baru ini tanpa bergantung pada bantuan pasukan asing.
Baca Juga: Iran Siap Perang Lagi Melawan AS-Israel: Kami Akan Tunjukkan ‘Kartu Baru’ di Medan Perang!
Dia menekankan bahwa fase saat ini memerlukan pertimbangan yang serius tentang masa depan pangkalan militer AS di wilayah UEA.
“UEA tidak lagi membutuhkan Amerika untuk membelanya, karena telah terbukti selama agresi Iran bahwa mereka mampu membela diri dengan gemilang,” kata Abdulla.
“Yang dibutuhkan UEA hanyalah memperoleh senjata terbaik dan paling mutakhir dari Amerika. Oleh karena itu, sudah saatnya memikirkan penutupan pangkalan-pangkalan Amerika tersebut, karena pangkalan itu merupakan beban dan bukan aset strategis.”
Abdulla juga memperingatkan bahwa keberadaan pangkalan AS yang terus menerus dapat menjerat UEA ke dalam konflik regional di mana UEA bukanlah pihak yang terlibat langsung.
Dia mengatakan fokus pada penguatan kemampuan nasional dan persenjataan canggih akan lebih bermanfaat dibandingkan mempertahankan kehadiran militer asing.
Menurut Council on Foreign Relations, AS memiliki setidaknya 19 pangkalan militer—delapan di antaranya dianggap permanen—di seluruh Timur Tengah.