Turis Spanyol Lainnya Ditemukan dalam Musibah Tenggelamnya Kapal di Labuan Bajo

Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) Indonesia pada hari ke-10 operasi berhasil menemukan jenazah warga negara Spanyol yang meninggal setelah kapal wisata Putri Sakinah tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pekan lalu, menurut keterangan pejabat pada Minggu.

Fathur Rahman, kepala Kantor SAR Maumere dan koordinator misi di lokasi, menyatakan jenazah ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di beberapa pulau kecil dekat lokasi kapal tenggelam.

“Tim SAR gabungan menggunakan peralatan sonar dan melakukan penyelaman bawah air sebagai bagian dari usaha untuk menemukan korban yang masih hilang,” ujar Rahman. Dia menambahkan bahwa operasi ini melibatkan personel dari berbagai instansi yang bekerja dalam kondisi laut yang sulit.

Penemuan terbaru ini membuat jumlah korban tewas yang ditemukan menjadi dua orang sejak kecelakaan terjadi. Pekan lalu, jenazah seorang anak berusia 12 tahun juga berhasil ditemukan dan diidentifikasi sebagai warga negara Spanyol, menurut pihak berwajib.

Juru bicara Polisi Nusa Tenggara Timur, Henry Novika Chandra, mengatakan identifikasi forensik yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) mengonfirmasi korban terbaru adalah Fernando Martin Carreras, pria dewasa berkewarganegaraan Spanyol.

“Benar, jenazah telah teridentifikasi sebagai pria dewasa warga negara Spanyol,” kata Chandra kepada wartawan di Kupang. Dia menyebutkan bahwa korban merupakan seorang pelatih sepak bola yang terafiliasi dengan klub Valencia FC.

Berita terkait: Penyelamat temukan jenazah anak Spanyol dalam kecelakaan kapal di Labuan Bajo

Kecelakaan maritim ini terjadi ketika kapal kayu pinisi Putri Sakinah yang membawa wisatawan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, destinasi populer di kawasan Taman Nasional Komodo dekat Labuan Bajo.

MEMBACA  ROSEN, KONSULTAN INVESTOR TERPERCAYA, Mendorong Investor Xerox Holdings Corporation untuk Mendapatkan Konseling Sebelum Batas Waktu Penting dalam Tindakan Kelas Keamanan.

Kapal tersebut membawa 11 orang, termasuk enam turis asing dari Spanyol, satu pemandu wisata lokal, dan empat awak kapal berkebangsaan Indonesia, menurut keterangan resmi.

Tujuh orang berhasil diselamatkan dengan selamat tak lama setelah kejadian. Empat orang lainnya awalnya dilaporkan hilang, yang memicu operasi pencarian besar-besaran melibatkan unsur TNI AL, polisi, nelayan setempat, dan penyelam sukarelawan.

Usaha pencarian untuk korban hilang yang masih tersisa terus dilanjutkan. Pihak berwenang menyatakan operasi akan dipertahankan selama kondisi memungkinkan.

Labuan Bajo, gerbang menuju Taman Nasional Komodo, mengalami peningkatan pariwisata bahari dalam tahun-tahun belakangan. Hal ini kembali menimbulkan kekhawatiran atas standar keselamatan pelayaran di perairan timur Indonesia.

Berita terkait: Pencarian dilanjutkan untuk empat turis Spanyol setelah kapal di Labuan Bajo tenggelam

Penerjemah: Kornelis Kaha, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026